COMO – Aroma krisis semakin menyengat di tubuh Juventus. Raksasa Turin tersebut baru saja menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah oleh tim promosi, Como, dalam laga lanjutan Serie A yang digelar Sabtu (21/2/2026). Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan sinyal bahaya bagi posisi Bianconeri dalam perburuan tiket Liga Champions.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Berbicara dalam konferensi pers usai laga yang dikutip dari Gazzetta.it, Spalletti melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya yang dianggap kehilangan arah.
"Kalau level permainan seperti ini, kami tidak bisa berharap banyak," ujar mantan pelatih Timnas Italia tersebut dengan nada lugas.
Bagi Spalletti, ambruknya Juventus di hadapan pendukung sendiri bukan disebabkan oleh skema taktik yang salah, melainkan mentalitas pemain yang rapuh. Ia menyoroti bagaimana gol pertama Como langsung merusak stabilitas tim, membuat para pemain bermain terlalu terbuka dan kehilangan keseimbangan dalam transisi.
Salah satu statistik yang membuat Spalletti geram adalah kerentanan lini pertahanan. Juventus tercatat terlalu sering kebobolan hanya dari tembakan pertama lawan ke arah gawang—sebuah indikasi nyata adanya masalah konsentrasi sejak peluit pertama dibunyikan.
"Kesalahan tidak berdiri sendiri. Kami bisa saja mencegah situasi sebelum bola sampai ke gawang," tegas Spalletti saat ditanya mengenai performa kiper Michele Di Gregorio yang kini tengah berada di bawah mikroskop kritik.
Kekalahan atas Como menjadi kekalahan keempat Juventus dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Tren negatif ini diakui Spalletti mulai menggerogoti kepercayaan diri skuadnya. Menurutnya, saat mental jatuh, kesalahan teknis sekecil apa pun akan berdampak fatal pada hasil akhir.
Kini, Juventus tidak punya waktu untuk meratap. Jadwal berat sudah menanti, termasuk laga krusial melawan AS Roma pekan depan yang akan menjadi penentu napas mereka di zona Eropa.
"Perebutan tiket Liga Champions bergantung pada keyakinan kami. Lawan terbesar kami saat ini adalah diri sendiri. Jika kami bisa memperbaiki mental dan detail teknis, peluang itu tetap ada," tambah Spalletti yang menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang hingga akhir musim. (*)
Editor : Indra Zakaria