MADRID – Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di kursi pelatih Real Madrid memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Dua pilar utama lini serang Los Blancos, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe, dikabarkan menentang keras wacana kepulangan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu musim depan.
Berdasarkan laporan Football365, penolakan ini dipicu oleh sikap Mourinho saat laga panas Liga Champions antara Real Madrid kontra Benfica baru-baru ini. Meski Madrid berhasil menang tipis 1-0 lewat gol brilian Vinicius pada menit ke-51, laga tersebut justru menyisakan luka mendalam akibat dugaan insiden rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Situasi menjadi pelik ketika Mourinho, yang saat ini menukangi Benfica, memberikan komentar yang dinilai justru menyudutkan Vinicius. Alih-alih mengecam dugaan tindakan rasisme, pelatih berjuluk The Special One itu justru mengkritik cara Vinicius merayakan gol di depan pendukung lawan.
"Pemain berbakat mampu melakukan hal indah, tapi sayangnya mereka tidak hanya senang mencetak gol menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat," ujar Mourinho yang langsung ditujukan kepada bintang asal Brasil tersebut.
Lebih jauh, Mourinho membawa nama legenda Eusebio untuk menegaskan bahwa Benfica bukan klub rasis. Ia menyatakan keraguannya terhadap laporan kedua belah pihak dan memilih untuk tidak memercayai klaim Vinicius mengenai hinaan rasis di lapangan.
Komentar tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama mantan pemain yang menilai Mourinho melakukan tindakan "menyalahkan korban" (victim blaming). Di internal Madrid, Vinicius merupakan sosok yang sangat dilindungi oleh rekan setimnya, terutama terkait perjuangannya melawan rasisme yang kerap menimpanya di berbagai stadion.
Kylian Mbappe dilaporkan berdiri tegak di belakang Vinicius. Kedua megabintang ini merasa persepsi dan ketegasan seorang pelatih terhadap isu rasisme adalah hal yang tidak bisa ditawar. Mereka menilai sikap dingin Mourinho terhadap insiden di Lisbon menjadi bukti ketidakcocokan visi jika sang pelatih kembali menukangi raksasa Spanyol tersebut.
Mengingat pengaruh besar Vinicius dan Mbappe di ruang ganti, penolakan ini menjadi faktor krusial bagi manajemen Real Madrid dalam menentukan arah masa depan klub. Jika manajemen tetap mempertimbangkan pergantian pelatih musim panas mendatang, suara para pemain kunci dipastikan akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat untuk memimpin skuad bertabur bintang tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria