Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Viral Konten Rasis ke Tiongkok, Bek Real Madrid Dean Huijsen Minta Maaf: Itu Tidak Sengaja

Redaksi Prokal • 2026-02-24 16:10:11

Dean Huijsen minta maaf usai mem-posting ulang unggahan Instagram yang diduga rasis. (@DHuijsen/X)
Dean Huijsen minta maaf usai mem-posting ulang unggahan Instagram yang diduga rasis. (@DHuijsen/X)

PROKAL.CO- Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, mendadak menjadi pusat kecaman publik setelah mengunggah ulang konten yang dinilai rasis di media sosial pribadinya. Pemain berusia 20 tahun tersebut segera menghapus unggahan yang berisi ejekan fisik terhadap masyarakat Tiongkok itu dan merilis permintaan maaf resmi melalui platform Weibo.

Dalam keterangannya yang diunggah menggunakan bahasa Mandarin, Huijsen mencoba mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut adalah sebuah kekhilafan. "Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya di Tiongkok. Sebelumnya saya meneruskan konten yang menyertakan pesan ofensif secara tidak sengaja. Itu sepenuhnya tidak disengaja dan saya menyesali kesedihan yang ditimbulkan," tulis Huijsen sebagaimana dikutip dari Daily Mail.

Namun, permintaan maaf yang hanya dilakukan di platform lokal Tiongkok itu justru memicu perdebatan baru mengenai konsistensi klub dalam menangani rasisme. Warganet ramai-ramai mempertanyakan mengapa manajemen Real Madrid tidak memberikan pernyataan tegas di akun global mereka. "Apakah sikap anti rasisme Anda hanya berlaku saat Vinicius Jr yang menjadi korban diskriminasi?" sindir salah satu pengguna media sosial yang menyoroti adanya standar ganda.

Ketegangan ini semakin memanas karena terjadi di tengah penyelidikan UEFA atas kasus serupa yang menimpa Vinicius Junior dalam laga Liga Champions melawan Benfica. Meskipun pemain Benfica, Gianluca Prestianni, telah dijatuhi sanksi larangan bermain, ia tetap bersikeras membantah tuduhan ejekan rasial tersebut. Prestianni memberikan pembelaan yang cukup kontroversial di hadapan pihak berwenang. "Saya melontarkan makian homofobik, bukan ejekan rasial," dalih Prestianni saat memberikan keterangan kepada pihak UEFA.

Kontradiksi antara tindakan disiplin klub dan respons pemain di media sosial ini kini menempatkan Real Madrid dalam sorotan tajam. Publik menuntut transparansi yang lebih besar agar kampanye anti-rasisme tidak hanya sekadar slogan saat pemain bintang mereka menjadi korban, tetapi juga ditegakkan dengan tegas ketika pemain internal mereka melakukan pelanggaran.(*)

Editor : Indra Zakaria