Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Inter Tersingkir di Liga Champions, Cristian Chivu: Pemain Sudah Berikan Segalanya, Lawan Terlalu Tangguh

Redaksi Prokal • 2026-02-26 10:00:00

 

Cristian Chivu
Cristian Chivu

MILAN- Langkah Inter Milan di panggung Liga Champions 2025/2026 harus terhenti secara tragis di babak playoff 16 besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro pada Rabu (25/2) dini hari WIB, skuad asuhan Cristian Chivu gagal membalikkan keadaan dan harus menyerah 1-2 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt. Hasil ini membuat Nerazzurri dipastikan angkat kaki setelah kalah agregat telak 2-5.

Pertandingan berlangsung sulit bagi tuan rumah yang sejak awal menemui tembok tebal pertahanan lawan. Bodo/Glimt tampil sangat terorganisir dengan menumpuk pemain di lini belakang, sembari melancarkan serangan balik mematikan yang berbuah gol dari Jens Hauge dan Hakon Evjen. Inter hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi Alessandro Bastoni di 15 menit terakhir laga, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan nasib raksasa Italia tersebut.

Menanggapi kegagalan ini, pelatih Cristian Chivu enggan menyalahkan anak asuhnya. Ia menilai para pemain sudah mengerahkan seluruh kemampuan untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat disiplin. "Kami sudah mencoba segalanya. Kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dengan sepuluh pemain bertahan di belakang bola. Semakin lama kami tidak mencetak gol, mereka semakin percaya diri," ujar pelatih asal Rumania tersebut. Ia pun secara sportif memuji determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh Bodo/Glimt sepanjang dua pertemuan.

Nada kekecewaan juga datang dari gelandang andalan Inter, Nicolo Barella. Ia mengakui bahwa kesalahan individu dan ketidakmampuan tim dalam memecah kebuntuan menjadi faktor utama kekalahan mereka. Barella memberikan apresiasi kepada lawan yang dinilainya layak melaju ke babak selanjutnya. "Ini mengecewakan karena kami ingin bersaing di semua lini, tetapi kredit untuk Bodo, mereka memenangkan kedua pertandingan dan pantas untuk lolos," tuturnya.

Tersingkirnya Inter dari kompetisi kasta tertinggi Eropa ini menjadi pil pahit, mengingat performa mereka yang sangat dominan di kancah domestik. Saat ini, Inter masih kokoh di puncak klasemen Liga Italia dengan koleksi 64 poin, unggul jauh 10 angka dari rival sekota mereka, AC Milan. Kini, fokus penuh dipastikan akan beralih ke perburuan gelar Scudetto demi mengobati luka kegagalan di level internasional. (*)

Editor : Indra Zakaria