Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Rasial dan Homofobik di Liga Champions: Prestianni Bilang Vini dan Mbappe Provokasi Duluan

Redaksi Prokal • 2026-02-26 13:40:00

Gianluca Prestianni
Gianluca Prestianni

Dunia sepak bola Eropa diguncang isu rasisme dan pelecehan verbal setelah wonderkid Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan klaim mengejutkan pasca-pertandingan melawan Real Madrid. Pemain muda asal Argentina tersebut menuduh dua bintang terbesar Los Blancos, Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé, telah melakukan penghinaan fisik dan verbal yang sangat ofensif di dalam lapangan.

Prestianni mengungkapkan bahwa ketegangan bermula dari aksi Vinícius Júnior. Menurut pengakuannya, pemain asal Brasil tersebut menjadi orang pertama yang memprovokasi dengan mengejek tinggi badannya secara merendahkan.

"Vinícius Júnior adalah orang pertama yang mengejek saya dengan menyebut saya ‘????????????????????’ (kata kasar untuk orang kerdil) selama pertandingan," klaim Prestianni. Tidak berhenti di situ, situasi dikabarkan semakin memanas ketika Kylian Mbappé diduga ikut campur dan melontarkan hinaan homofobik dengan menyebutnya "????????????????????????."

Pihak Gianluca Prestianni tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut. Agen sang pemain menyatakan telah memulai persiapan untuk menempuh jalur hukum. Mereka menegaskan bahwa segera setelah investigasi internal UEFA diselesaikan, tuntutan hukum akan diajukan secara resmi, dengan Mbappé sebagai pihak pertama yang akan dipanggil ke pengadilan.

Agen Prestianni menekankan bahwa tindakan para pemain bintang Real Madrid tersebut tidak hanya tidak profesional, tetapi juga berdampak buruk bagi kondisi psikis kliennya yang masih berusia muda.

"Kami sekarang sepenuhnya mempersiapkan tindakan hukum. Ini adalah tindakan yang sangat buruk dari para pemain Madrid dan telah sangat memengaruhi mentalitas pemain muda seperti Gianluca. Kami siap siaga untuk memastikan keadilan bagi klien kami," tegas sang agen.

Kasus ini menarik perhatian besar karena melibatkan Vinícius Júnior, yang selama ini dikenal sebagai pejuang vokal melawan rasisme di sepak bola Spanyol. Tuduhan bahwa ia melakukan diskriminasi fisik terhadap pemain lain menciptakan kontradiksi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Hingga saat ini, pihak Real Madrid maupun kedua pemain yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serius ini. UEFA sendiri dikabarkan tengah mengumpulkan bukti dan laporan dari wasit serta ofisial pertandingan untuk menentukan langkah disipliner selanjutnya. (*)

Editor : Indra Zakaria