TURIN – Juventus memang berhasil meraih kemenangan tipis 3-2 atas Galatasaray dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2025/26, namun hasil tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan "Si Nyonya Tua". Raksasa Italia ini harus rela tersingkir setelah Galatasaray unggul agregat telak 5-2 berkat modal kemenangan besar mereka pada pertemuan pertama di Turki.
Momen emosional terjadi saat bomber andalan Galatasaray, Victor Osimhen, berhasil mencetak gol pembuka ke gawang Juventus namun memilih untuk tidak melakukan selebrasi sama sekali. Penyerang asal Nigeria tersebut menegaskan bahwa keputusannya adalah bentuk penghormatan bagi mantan pelatihnya yang kini menangani tim lawan. “Saya tidak perlu melakukannya, saya pikir penting untuk menghormati seseorang yang saya sayangi dan yang telah memainkan peran penting dalam karier saya, jelas saya berbicara tentang Luciano Spalletti,” ujar Osimhen saat diwawancarai oleh Prime Video Italia.
Osimhen mengaku bahwa hubungannya dengan Spalletti sangat mendalam, sehingga ia tidak merasa perlu merayakan keberhasilan pribadinya di depan sang mentor. Meskipun sukses membawa timnya mengamankan tiket ke babak selanjutnya, Osimhen justru mengaku tidak dalam suasana hati yang baik setelah peluit panjang dibunyikan.
Kekecewaan Osimhen rupanya bersumber pada kualitas permainan timnya yang dianggap menurun drastis dibandingkan pertemuan pertama. “Sejujurnya, saya kecewa dengan performa tim hari ini, performa kami tidak begitu bagus, Juventus pantas menang, tetapi saya senang tim saya lolos ke babak selanjutnya,” tambah pemain bernomor punggung 45 tersebut.
Statistik pertandingan menunjukkan Juventus memang tampil lebih dominan dan agresif untuk mengejar ketertinggalan agregat, namun pertahanan Galatasaray berhasil menahan gempuran meski harus kalah di papan skor. Kemenangan Juventus ini pun terasa hambar karena mereka tetap harus menyudahi perjalanan di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini lebih awal.
Sementara itu, Galatasaray kini resmi melaju ke babak perempat final Liga Champions dengan catatan evaluasi besar dari sang striker utama. Osimhen menekankan bahwa jika ingin melangkah lebih jauh, seluruh tim harus memperbaiki performa dan tidak boleh bermain seburuk saat menghadapi Juventus di Turin. (*)
Editor : Indra Zakaria