TURIN – Kapten Juventus, Manuel Locatelli, tidak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam setelah timnya dipastikan tersingkir dari Liga Champions meski berhasil memenangkan laga sengit melawan Galatasaray dengan skor 3-2. Walaupun meraih kemenangan di Allianz Stadium pada Kamis malam, langkah "Si Nyonya Tua" harus terhenti karena kalah agregat tipis 5-7 dari wakil Turki tersebut.
Dalam wawancara emosional seusai pertandingan, gelandang berusia 28 tahun itu mengaku sangat terpukul karena seluruh tim telah berjuang melampaui batas kemampuan mereka. “Sejujurnya saya merasa ingin menangis, kami benar-benar percaya dan telah mencurahkan segenap hati serta jiwa kami ke dalam pertandingan ini, bahkan lebih dari itu,” ujar Locatelli dengan nada bergetar saat berbicara kepada Amazon Prime Video Italia.
Locatelli mengakui bahwa insiden pada leg pertama menjadi faktor utama yang mempersulit langkah Juventus, namun ia sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari para penggemar di stadion. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berjuang habis-habiskan untuk mengejar ketertinggalan agregat. “Suasana di stadion luar biasa, ini adalah malam yang akan selalu dikenang karena kami menyerap energi dari mereka yang sangat kami butuhkan,” tambahnya.
Perjuangan Juventus di leg kedua ini terbilang heroik karena mereka sempat menyamakan kedudukan agregat menjadi 5-5 meski harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Lloyd Kelly pada menit ke-48. Locatelli menegaskan bahwa karakter pantang menyerah seperti inilah yang seharusnya menjadi standar bagi Juventus di setiap pertandingan ke depannya. “Inilah Juventus yang ingin kita lihat dan yang harus selalu kita tunjukkan, kita tidak boleh kehilangan kepercayaan diri karena kita berada di jalur yang benar,” tegas sang kapten.
Meski gagal melaju ke babak selanjutnya, Locatelli meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak berlarut dalam kesedihan dan segera mengalihkan fokus pada kompetisi domestik. Ia memuji usaha kolektif tim dan mengingatkan bahwa kesalahan dalam sepak bola adalah hal yang wajar selama pemain memberikan hati mereka di lapangan. “Sekarang kita punya pertandingan penting lainnya melawan AS Roma pada 2 Maret mendatang dan kami harus fokus sepenuhnya pada laga itu,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria