LISBON – Manajemen klub raksasa Portugal, Benfica, secara resmi mengeluarkan pernyataan tegas untuk membantah kabar yang menyebutkan pemain mereka, Gianluca Prestianni, telah mengakui tindakan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Jr. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul memanasnya pemberitaan terkait insiden yang terjadi dalam laga kontra klub asal Spanyol tersebut.
Pihak Benfica menegaskan tidak ada pengakuan dari mulut Prestianni, baik kepada rekan setim maupun jajaran pejabat klub, terkait penggunaan hinaan rasis. "Benfica dengan tegas membantah bahwa Prestianni telah menyampaikan kepada skuad atau pejabat klub bahwa ia mengucapkan hinaan rasis kepada pemain Vinicius Jr, dari Real Madrid," tulis pernyataan resmi klub sebagaimana dikutip pada Jumat (27/2).
Meski membantah tuduhan rasisme, pihak klub membenarkan bahwa Prestianni telah menyampaikan permohonan maaf kepada internal tim. Namun, permohonan maaf tersebut berkaitan dengan insiden ketegangan di lapangan dan besarnya dampak pemberitaan yang merugikan citra klub, bukan sebagai pengakuan atas tindakan diskriminasi rasial.
Dalam klarifikasi tersebut, Prestianni meyakinkan semua pihak bahwa dirinya tidak memiliki pemikiran atau perilaku rasis sejak awal kariernya. "Pemain tersebut meminta maaf kepada rekan-rekannya atas insiden yang terjadi selama pertandingan melawan Real Madrid, menyesali besarnya dampak dan konsekuensinya, serta meyakinkan semua orang bahwa dia bukanlah seorang rasis," lanjut keterangan dari manajemen Benfica.
Benfica kini fokus memberikan perlindungan kepada pemainnya dari spekulasi publik yang dianggap tidak berdasar, sambil tetap menghormati nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola. Kasus ini menjadi sorotan tajam di jagat sepak bola Eropa mengingat sensitivitas isu rasisme yang kerap menimpa Vinicius Jr di berbagai pertandingan internasional.
Langkah ini diambil klub untuk meredakan ketegangan antar-institusi dan memastikan fokus tim tidak terganggu oleh isu di luar lapangan. Benfica menutup pernyataan dengan menegaskan komitmen mereka dalam memerangi segala bentuk diskriminasi, namun tetap berdiri di depan untuk membela pemainnya dari tuduhan yang tidak terbukti secara fakta. (*)
Editor : Indra Zakaria