Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gara-gara Minta Jersey Vinícius Júnior, Bek Benfica Jadi Musuh Publik di Lisbon

Redaksi Prokal • 2026-02-27 13:15:00

Sidny Lopes Cabral dan Vini Jr.
Sidny Lopes Cabral dan Vini Jr.

LISBON – Situasi internal klub raksasa Portugal, Benfica, kian memanas pasca-pertandingan melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu. Bek Benfica, Sidny Lopes Cabral, kini menjadi sasaran kemarahan besar dari para pendukung timnya sendiri. Puluhan pendukung hingga sesama pemain dilaporkan menuntut kepergian sang bek setelah ia terlihat meminta jersi bintang lawan, Vinícius Júnior, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Kekecewaan para penggemar Benfica memuncak di media sosial, di mana unggahan Instagram terbaru Sidny dibanjiri kritik pedas dan tuntutan untuk segera meninggalkan klub. "Keluar dari Benfica. Selamat tinggal!" tulis salah satu penggemar yang geram. Komentar lain bahkan menyarankan agar sang pemain tidak perlu kembali ke Portugal. "Tetaplah di sini, tapi di Madrid karena kamu sangat menginginkan jersi Vini Jr itu!" tulis netizen lainnya dengan nada sinis.

Para pendukung menilai aksi Sidny meminta jersi sebagai tindakan yang tidak menghormati martabat klub, terutama di tengah isu ketegangan yang melibatkan rekan setimnya, Gianluca Prestianni, dengan pemain Real Madrid. "Meminta jersi?", "Hormati Benfica!", dan "Bela rekanmu Gianluca Prestianni!" menjadi seruan yang mendominasi kolom komentar sang pemain, menuntut solidaritas tim yang lebih kuat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, asisten pelatih Benfica, João Tralhão, mencoba meredam suasana meskipun ia enggan memberikan komentar detail mengenai aksi tukar jersi tersebut. Tralhão menegaskan bahwa fokus staf pelatih saat ini adalah performa teknis di lapangan, bukan masalah pribadi pemain di luar strategi. “Mengenai jersi, jelas saya tidak akan berkomentar, karena itu bukan topik yang mengkhawatirkan kami saat ini,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.

Tralhão menambahkan bahwa rasa frustrasi tim saat ini lebih mengarah pada hasil pertandingan di mana mereka merasa mampu menundukkan Real Madrid namun gagal melakukannya. “Yang membuat kami khawatir adalah rasa frustrasi karena tidak menang melawan Real Madrid di sini, karena kami telah menunjukkan bahwa kami mampu melakukannya,” tambahnya untuk mengalihkan perhatian publik kembali ke aspek kompetisi.

Hingga saat ini, pihak klub belum mengambil tindakan disipliner apa pun terhadap Sidny Lopes Cabral terkait insiden tersebut. Namun, tekanan dari basis suporter yang masif diprediksi akan membuat posisi sang bek semakin sulit di skuad utama Benfica jika hubungan dengan para penggemar tidak segera membaik dalam waktu dekat. (*)

Editor : Indra Zakaria