LONDON – Penyerang tim nasional Brasil, Richarlison, mengejutkan publik sepak bola dunia dengan pernyataan politik yang sangat keras. Bintang Tottenham Hotspur itu menyatakan sikap tegasnya terhadap konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran yang tengah memanas.
Melalui pernyataan singkat namun tajam, pemain berjuluk The Pigeon ini mengancam tidak akan memperkuat negaranya dalam ajang paling bergengsi, Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
"Saya menolak untuk bermain di Piala Dunia di Amerika Serikat jika mereka tidak menghentikan perang melawan Iran ini," tegas Richarlison, Senin (2/3/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah Richarlison ini menjadikannya salah satu atlet papan atas pertama yang secara terbuka menyuarakan boikot terhadap tuan rumah Piala Dunia terkait aksi militer.
Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) belum memberikan tanggapan resmi mengenai ancaman boikot dari pemain andalan mereka tersebut. Langkah ini diprediksi akan memicu perdebatan panjang di kalangan pecinta sepak bola mengenai batasan antara sikap politik pemain dan komitmen terhadap tim nasional.
Sikap Richarlison ini juga berpotensi memicu gelombang solidaritas atau kritik dari rekan-rekan sejawatnya di dunia sepak bola, mengingat status Amerika Serikat sebagai salah satu penyelenggara utama turnamen empat tahunan tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria