Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Guardiola Kecam Cemoohan Suporter Leeds Saat Jeda Buka Puasa di Elland Road

Redaksi Prokal • 2026-03-02 16:45:00

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Lee Smith/Action Images via Reuters/Antara)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Lee Smith/Action Images via Reuters/Antara)

Ketegangan pecah di Stadion Elland Road bukan karena persaingan bola, melainkan isu toleransi. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kecaman keras terhadap sebagian oknum suporter Leeds United yang mencemooh saat wasit menghentikan laga untuk memberikan kesempatan bagi pemain Muslim berbuka puasa, Sabtu (28/2/2026).

Insiden ini terjadi pada menit ke-13, tepat saat matahari terbenam di wilayah West Yorkshire. Sesuai protokol resmi Premier League, wasit menghentikan pertandingan sejenak agar tiga penggawa The Citizens, yakni Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, dan Rayan Cherki, dapat membatalkan puasa di pinggir lapangan. Namun, momen sakral tersebut justru disambut suara sumbang dari tribun penonton.

"Anda harus menghormati agama dan keberagaman, itulah intinya. Premier League telah menetapkan prosedur satu atau dua menit untuk berbuka puasa, dan para pemain hanya menjalankan hak mereka," tegas Guardiola dengan nada kecewa, sebagaimana dikutip dari ESPN. Pelatih yang juga dikenal vokal dalam isu kemanusiaan ini menyerukan pentingnya sikap saling menghormati di dunia modern saat ini.

Reaksi negatif suporter tuan rumah tersebut juga memicu gelombang kekecewaan dari kelompok anti-diskriminasi, Kick It Out. Dalam pernyataan resminya, mereka menyayangkan kejadian tersebut karena penjelasan mengenai jeda berbuka puasa sebenarnya sudah ditampilkan secara jelas di layar besar stadion. Menurut lembaga tersebut, insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola Inggris masih memiliki jalan panjang dalam hal edukasi dan penerimaan terhadap perbedaan keyakinan.

Di sisi lain, kubu Leeds United melalui asisten pelatih Edmund Riemer juga menyatakan rasa sesalnya. Meski mengaku tidak mendengar cemoohan tersebut secara jelas karena fokus pada jalannya laga, Riemer menyayangkan perilaku oknum suporter yang mencoreng sportivitas. Pihaknya berharap insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Manchester City berkat gol tunggal Antoine Semenyo. Meski berhasil membawa pulang tiga poin penuh, sorotan utama laga ini tetap tertuju pada tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai inklusivitas dan toleransi bagi komunitas Muslim di kompetisi kasta tertinggi sepak bola dunia tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria