Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Piala Dunia di Ujung Tanduk: Iran Terancam Mundur, Trump Ngga Peduli

Redaksi Prokal • 2026-03-04 13:53:28

Timnas Iran
Timnas Iran

PROKAL.CO– Partisipasi Tim Nasional Iran dalam pesta bola paling akbar sejagat, Piala Dunia 2026, kini berada dalam bayang-bayang boikot. Ketegangan geopolitik yang meledak menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu telah memaksa Federasi Sepak Bola Iran untuk mempertimbangkan penarikan diri dari turnamen yang akan digelar mulai 11 Juni mendatang.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan pesimisme mendalam terkait masa depan Team Melli di kompetisi tersebut. Menurutnya, serangan udara yang menghantam wilayahnya baru-baru ini telah mengubah fokus nasional secara drastis.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, tampaknya kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia. Namun keputusan akhir ada pada otoritas olahraga," tegas Taj dalam pernyataannya, Minggu (1/3).

Visa dan Pembatasan Perjalanan Menjadi Penghalang
Selain faktor keamanan, hambatan administratif juga menjadi tembok besar bagi Iran. Kebijakan perluasan pembatasan perjalanan yang diberlakukan Presiden Donald Trump telah mempersulit mobilitas delegasi Iran.

Kekecewaan ini sebenarnya sudah memuncak sejak akhir 2025, di mana Iran memboikot acara undian fase grup karena sejumlah pejabat mereka gagal mendapatkan visa masuk ke AS. Masalah semakin pelik karena laga Grup G yang mempertemukan Iran dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dijadwalkan berlangsung di Los Angeles—salah satu kota utama di Amerika Serikat.

Menanggapi kemungkinan mundurnya Iran, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan tajam yang kian memanaskan situasi. Trump secara terbuka meremehkan kekuatan negara tersebut di tengah eskalasi militer yang terjadi.

"Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang sangat lemah. Mereka berada di ambang kehancuran," ujar Trump sebagaimana dikutip dari L’Equipe.

Skenario Pertemuan Panas di Babak 32 Besar

Ironisnya, jika Iran akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat, takdir sepak bola bisa mempertemukan dua musuh bebuyutan ini di lapangan hijau. Berdasarkan bagan turnamen, ada potensi besar pertemuan antara Iran (Grup G) dan Amerika Serikat (Grup D) di babak 32 besar.

Jika kedua tim melaju sebagai runner-up di grup masing-masing, pertandingan "High Risk" tersebut akan menjadi laga paling bermuatan politis dalam sejarah olahraga modern. Namun, dengan situasi yang berkembang saat ini, slot Iran di Grup G kemungkinan besar akan segera menjadi rebutan tim pengganti jika Teheran resmi melayangkan surat pengunduran diri kepada FIFA dalam waktu dekat. (*)

Editor : Indra Zakaria