Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Piala Dunia 2026 Terancam Tanpa Iran, Dua Negara Ini Potensial Jadi Pengganti

Redaksi Prokal • 2026-03-04 15:00:00

Tropi Piala Dunia
Tropi Piala Dunia


TEHERAN – Partisipasi Tim Nasional Iran dalam ajang sepak bola terbesar jagat raya, Piala Dunia 2026, kini berada di ujung tanduk. Ketegangan geopolitik yang meledak menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2) telah menciptakan situasi yang mustahil bagi tim berjuluk Team Melli tersebut untuk berlaga di negara yang menjadi salah satu tuan rumah turnamen.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan keraguan mendalam atas kehadiran negaranya di Amerika Serikat musim panas mendatang. Situasi duka nasional akibat gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi militer tersebut menjadi faktor utama yang melumpuhkan rencana olahraga negara tersebut.

“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para pimpinan olahraga yang akan memutuskan hal itu,” ujar Mehdi Taj dalam wawancara di saluran televisi publik Iran, sebagaimana dilansir oleh Marca.

Skenario Mundur dan Regulasi FIFA
Secara teknis, mundurnya Iran akan memicu penerapan regulasi ketat FIFA terkait penggantian tim kontestan. Berdasarkan aturan turnamen, jika sebuah tim mengundurkan diri, slot tersebut akan diisi oleh tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos atau runner-up dari babak kualifikasi terkait.

Mengingat Iran berada di bawah naungan konfederasi Asia (AFC), dua negara kini muncul sebagai kandidat kuat pengisi kekosongan tersebut:

Uni Emirat Arab (UEA): Sebagai tim dengan peringkat FIFA tertinggi di zona Asia yang sebelumnya gagal melaju, UEA menjadi opsi utama untuk dipromosikan.

Irak: Skenario lain menyebutkan Irak bisa langsung dipromosikan ke posisi Iran di Grup G. Jika ini terjadi, jatah Irak di babak play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026 akan diberikan kepada UEA.

Sepak Bola di Bawah Bayang-Bayang Perang

Eskalasi dramatis ini telah mengubah wajah Piala Dunia 2026 dari pesta olahraga menjadi isu diplomatik yang pelik. Penyelenggaraan turnamen di Amerika Serikat menjadi kendala logistik dan keamanan yang sangat sensitif bagi delegasi Iran, mengingat status AS sebagai pihak dalam konflik militer tersebut.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman mundurnya Iran. Namun, para pengamat sepak bola meyakini bahwa keputusan akhir akan diambil dalam waktu dekat mengingat babak play-off antarkonfederasi melawan tim seperti Bolivia atau Suriname sudah di depan mata.(*)

Editor : Indra Zakaria