Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Krisis London Utara: Spurs Terpuruk di Tepi Jurang Degradasi, Igor Tudor Minta Pemain Tetap Tenang

Redaksi Prokal • 2026-03-07 05:00:00

IGor Tudor
IGor Tudor

PROKAL.CO– Awan mendung menyelimuti Tottenham Hotspur Stadium setelah kekalahan memalukan 1-3 dari Crystal Palace pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Jumat dini hari WIB. Hasil ini memicu alarm bahaya bagi The Lilywhites yang kini benar-benar terancam terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Menanggapi situasi genting tersebut, pelatih anyar Spurs, Igor Tudor, meminta anak asuhnya untuk tidak panik meski tekanan dari pendukung terus meningkat. Juru taktik asal Kroasia yang baru menjabat sejak pertengahan Februari 2026 itu menegaskan bahwa ketenangan adalah kunci untuk membalikkan keadaan. "Kami harus tetap tenang dan terus bekerja keras. Itu akan mengubah situasi," ujar Tudor sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Spurs yang belum mencatatkan satu pun kemenangan di Liga Inggris sepanjang tahun 2026. Dari 11 pertandingan terakhir, klub London Utara ini mencatatkan statistik mengerikan dengan tujuh kekalahan dan empat hasil imbang. Saat ini, Spurs terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin dari 29 laga—hanya terpaut tipis satu poin dari West Ham United yang menghuni zona merah di peringkat ke-18.

Dalam laga kontra Palace, Spurs sebenarnya sempat memberikan harapan bagi para penggemarnya lewat gol pembuka Dominic Solanke pada menit ke-34. Namun, petaka muncul hanya empat menit berselang saat bek andalan Micky van de Ven diganjar kartu merah. Bermain dengan sepuluh orang membuat pertahanan Spurs rapuh, hingga tim tamu mampu membalas lewat brace Ismaila Sarr (40', 45+7') dan gol Jorgen Strand Larsen (45'+1').

Tudor mengakui bahwa pengusiran Van de Ven adalah titik balik yang merusak skema permainannya, namun ia enggan menyalahkan individu pemain. Baginya, sepak bola tingkat tinggi sangat bergantung pada disiplin bertahan. "Pada akhirnya, kunci dalam sepak bola adalah bertahan dengan baik dan jangan membuat kesalahan. Anda bisa mencetak satu atau dua gol, tetapi yang paling penting adalah tidak melakukan kesalahan," tambahnya.

Meski posisi tim kian terjepit, Tudor tetap memelihara optimisme bahwa Tottenham masih bisa bangkit di sembilan pertandingan tersisa musim ini. Ia percaya bahwa skuad yang ada memiliki kualitas untuk keluar dari jerat degradasi jika mampu menjaga fokus secara kolektif. "I believe we can change this situation," pungkas mantan pelatih Lazio tersebut dengan penuh keyakinan.(*)

Editor : Indra Zakaria