KUALA LUMPUR – Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi mengeluarkan putusan terkait banding kasus tujuh pemain naturalisasi tim nasional Malaysia. Meski menyatakan pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan tetap terbukti, CAS memberikan keringanan hukuman bagi para pemain yang sebelumnya dijatuhi sanksi berat oleh FIFA.
Dalam putusan yang dirilis pada Kamis waktu setempat, CAS menetapkan bahwa ketujuh pemain tersebut hanya akan menjalani larangan bermain selama 12 bulan di pertandingan resmi, bukan larangan total dari seluruh aktivitas sepak bola. Keputusan ini jauh lebih ringan dibanding vonis FIFA pada September tahun lalu yang membekukan seluruh aktivitas profesional para pemain tersebut.
Tujuh pemain yang terlibat dalam skandal ini mencakup nama-nama besar seperti Facundo Garces (Deportivo Alaves), Rodrigo Holgado (America de Cali), Imanol Machuca (Velez Sarsfield), Gabriel Arrocha (Unionistas de Salamanca), serta trio penggawa Johor Darul Ta'zim (JDT) yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan sikap menghormati yurisdiksi CAS, namun tetap melontarkan kekecewaan. Pihak FAM menilai hukuman tersebut tidak proporsional karena para pemain dianggap sebagai korban dari proses administrasi yang tidak mereka ketahui. "FAM berpandangan bahwa ketujuh pemain tersebut adalah warga negara Malaysia yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tulis FAM dalam laman resminya, Jumat (6/3/2026).
Skandal ini bermula saat FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen agar para pemain tersebut bisa membela Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam pada Juni tahun lalu. Akibat kelalaian atau kesengajaan dalam proses administrasi tersebut, FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,61 miliar, sebuah angka yang tidak diubah oleh CAS.
Dengan putusan ini, para pemain tersebut diperkirakan bisa segera kembali merumput di level klub untuk sesi latihan, meskipun harus bersabar menunggu satu tahun kalender untuk kembali memperkuat tim nasional di ajang resmi.(*)
Editor : Indra Zakaria