COVENTRY – Coventry City kini tengah berada di ambang sejarah besar untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Di bawah komando Frank Lampard, tim berjuluk The Sky Blues tersebut semakin kokoh memimpin klasemen Championship dan memelihara asa promosi ke Premier League musim depan setelah memetik kemenangan krusial di kandang Bristol City.
Euforia luar biasa menyelimuti para pendukung yang memadati Stadion Ashton Gate. Kemenangan kelima secara beruntun ini membuat seisi tribun tandang tak henti-hentinya menyanyikan lagu "We are top of the league". Lampard, yang kini sukses membawa stabilitas ke dalam tim, sempat memberikan gestur hangat kepada para suporter saat meninggalkan lapangan, sembari meminta mereka untuk terus mengawal perjuangan tim hingga akhir.
Dengan 10 pertandingan tersisa, Coventry kini unggul sembilan poin dari Millwall yang membayangi di posisi ketiga. Jarak yang cukup nyaman ini membuat peluang untuk lolos otomatis tanpa melalui jalur play-off terbuka lebar. Jika berhasil mempertahankan konsistensi, Coventry akan mengakhiri dahaga panjang sejak terakhir kali mencicipi atmosfer Premier League pada musim 2000/2001 silam.
Atmosfer positif di dalam ruang ganti pun diakui oleh sang bek, Luke Woolfenden. Ia menyebut ada perasaan spesial yang tengah dirasakan seluruh awak tim saat ini. Meski menyadari perjalanan menuju akhir musim masih panjang, Woolfenden menegaskan bahwa semua pemain memiliki fokus yang sama untuk mengunci tiket promosi.
Lampard sendiri merefleksikan bahwa kesuksesan saat ini tidak diraih dengan mudah. Coventry sempat tertatih-tatih pada pertengahan musim, di mana mereka hanya mampu memetik empat kemenangan dari 14 laga antara Desember hingga awal Februari. Namun, bagi sang manajer, periode sulit itulah yang justru membentuk mentalitas baja para pemainnya.
"Para pemain belajar dari situasi tersebut. Konsistensi akan menjadi kunci apakah kami bisa mencapai target atau tidak," ujar mantan bintang timnas Inggris tersebut.
Secara statistik, Coventry menjelma menjadi tim paling mematikan di liga dengan koleksi 74 gol sejauh ini. Striker asal Amerika Serikat, Haji Wright, menjadi aktor utama di lini depan dengan torehan 16 gol, termasuk lesakan penting ke gawang Bristol City. Ketajaman Wright didukung oleh kreativitas pemain berpengalaman seperti Matt Grimes dan Tatsuhiro Sakamoto, serta tambahan tenaga baru di bursa transfer musim dingin lewat peminjaman Frank Onyeka dan Romain Esse.
Meski berada di atas angin, Lampard memberikan peringatan keras kepada skuadnya agar tidak cepat puas. (*).
Editor : Indra Zakaria