NEWCASTLE – Pelatih Barcelona, Hans-Dieter "Hansi" Flick, memberikan evaluasi kritis setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Bertanding di Stadion St James' Park pada Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, Flick menyebut anak asuhnya terlalu mudah menyerahkan penguasaan bola kepada lawan.
Kesalahan-kesalahan elementer tersebut dinilai Flick menjadi bumerang yang sangat membahayakan pertahanan Blaugrana, mengingat gaya bermain tuan rumah yang mengandalkan transisi cepat.
"Kami terlalu sering kehilangan penguasaan bola dan melakukan banyak kesalahan. Itulah yang diinginkan Newcastle United. Mereka sangat berbahaya lewat perebutan bola serta transisi," ujar Flick sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Data statistik dari Fotmob mempertegas keluhan sang pelatih. Akurasi umpan panjang Barcelona tercatat sangat rendah, yakni hanya mencapai 30 persen dari 16 kali percobaan. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Newcastle yang tampil solid dengan catatan tujuh kali memotong bola serta memenangkan 57 persen duel udara.
Meski lini tengah dan depan kurang klinis, Flick tetap memberikan apresiasi kepada barisan pertahanan. Lini belakang Barcelona dipaksa bekerja ekstra keras dengan mencatatkan 29 tekel, tujuh blok, dan 35 sapuan bola untuk meredam agresivitas The Magpies.
"Hari ini adalah pertandingan yang sangat intens. Ketika kami menguasai bola segalanya terasa lebih mudah, tetapi itu tidak berlangsung lama. Kami menerimanya, akan menganalisisnya, dan mencoba tampil lebih baik di pertandingan berikutnya," janji juru taktik asal Jerman tersebut.
Laga ini sendiri berlangsung dramatis hingga menit akhir. Newcastle nyaris mengunci kemenangan lewat gol Harvey Barnes pada menit ke-86. Namun, Lamine Yamal muncul sebagai penyelamat Barcelona melalui eksekusi penalti pada masa injury time (90+6') yang memaksakan hasil seri. (*)
Editor : Indra Zakaria