BODO- Dongeng indah Bodo/Glimt di panggung tertinggi Eropa masih jauh dari kata usai. Wakil Norwegia tersebut terus melanjutkan langkah ajaib mereka di ajang Liga Champions dengan melumat Sporting Lisbon 3-0 pada laga leg pertama babak 16 besar yang berlangsung di Aspmyra Stadion, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Kemenangan telak ini semakin menegaskan status Bodo/Glimt sebagai tim pembunuh raksasa. Setelah sebelumnya mengejutkan dunia dengan menyingkirkan Inter Milan, tim asuhan Kjetil Knutsen kembali menunjukkan kehebatan mereka di depan pendukung sendiri. Pesta gol tuan rumah dimulai pada menit ke-32 melalui eksekusi penalti dingin dari Sondre Brunstad Fet yang membuka keunggulan sekaligus meruntuhkan kepercayaan diri tim tamu.
Menjelang turun minum, dominasi Bodo/Glimt semakin nyata. Ole Didrik Blomberg menggandakan keunggulan di masa injury time babak pertama setelah barisan pertahanan Sporting gagal menutup celah yang diciptakan oleh pergerakan kolektif pemain tuan rumah. Blomberg yang berdiri bebas tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut untuk membawa timnya unggul dua gol saat memasuki ruang ganti.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Bodo/Glimt tidak mengendur. Pada menit ke-64, Kasper Hogh memperlebar jarak menjadi 3-0 setelah meneruskan umpan matang dari Jens Petter Hauge tepat di muka gawang. Skor ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memberikan keunggulan agregat yang sangat nyaman bagi sang wakil Norwegia.
Keunggulan tiga gol tanpa balas ini membuat peluang Bodo/Glimt untuk melaju ke babak perempat final terbuka lebar. Sejarah mencatat bahwa membalikkan keadaan melawan tim ini bukanlah perkara mudah. Inter Milan telah merasakan pahitnya kekuatan Bodo/Glimt, di mana raksasa Italia itu tidak hanya kalah di Norwegia, tetapi juga kembali tumbang 1-2 saat bermain di kandang sendiri, Giuseppe Meazza.
Dengan modal kemenangan meyakinkan ini, Bodo/Glimt kini berada di atas angin untuk memperebutkan satu tiket ke babak delapan besar. Sebaliknya, Sporting Lisbon harus bekerja ekstra keras di leg kedua jika tidak ingin menjadi korban selanjutnya dari fenomena ajaib yang sedang dibangun oleh klub dari Lingkaran Arktik tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria