PROKAL.CO- Langkah Liverpool di babak 16 besar Liga Champions harus menemui kerikil tajam setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Galatasaray pada leg pertama. Bertanding di atmosfer panas RAMS Park, Istanbul, Rabu (11/3), skuad asuhan Arne Slot gagal mencuri poin meski sempat mendominasi di awal laga.
Gelandang andalan The Reds, Ryan Gravenberch, mengakui bahwa lawatan ke Turki merupakan ujian yang sangat berat. Pemain timnas Belanda ini menyebut performa timnya secara keseluruhan memang tidak cukup maksimal untuk membawa pulang kemenangan dari kandang lawan.
"Tentu saja, jika Anda datang ke sini, Anda tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Bermain seperti ini tidak cukup. Tapi kami tahu ini baru pertandingan pertama, kami memiliki leg kedua di Anfield dan kami harus membalikkan keadaan di sana," ujar Gravenberch sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Pemain berusia 23 tahun tersebut juga menyoroti faktor keberuntungan yang seolah menjauhi Liverpool malam itu. Padahal, pada sepuluh menit pertama, Liverpool tercatat memiliki sejumlah peluang emas yang berpotensi mengubah jalannya laga andai berhasil dikonversi menjadi gol. Sayangnya, kegagalan penyelesaian akhir justru berujung pada kebobolan yang membuat mental tuan rumah semakin melonjak berkat dukungan fanatik suporter mereka.
Menatap laga penentuan pada 19 Maret mendatang, Gravenberch menaruh harapan besar pada tuah Stadion Anfield. Ia meyakini dukungan penuh dari publik sendiri akan menjadi energi tambahan bagi Liverpool untuk mengejar defisit satu gol dan melangkah ke babak perempat final.
"Minggu depan kami akan bermain di depan penggemar kami sendiri di Anfield. Kami memiliki tim dan pemain-pemain yang berkualitas, tetapi kami perlu bekerja keras dan menunjukkan bahwa kami mampu membalikkan keadaan," pungkas sang gelandang dengan nada optimis. (*)
Editor : Indra Zakaria