MANCHESTER – Perombakan besar-besaran nampaknya bakal segera terjadi di skuad Manchester United pada bursa transfer Juni mendatang. Manajemen Setan Merah dikabarkan sangat optimis bisa mengantongi dana segar hingga €80 juta melalui skema penjualan permanen dua penyerang mereka, Marcus Rashford dan Rasmus Højlund. Langkah berani ini diambil klub sebagai bagian dari strategi penyeimbangan neraca keuangan sekaligus penyegaran komposisi tim di bawah arahan manajemen baru.
Pundi-pundi uang United diprediksi akan mulai terisi melalui proses permanen Rasmus Højlund ke Napoli. Sejauh ini, klub asal Italia tersebut telah membayar biaya pinjaman sebesar €6 juta, dan kesepakatan tersebut menyertakan klausul pembelian permanen senilai €44 juta.
Pihak Manchester United dilaporkan memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa Napoli akan mengaktifkan klausul tersebut di akhir musim, menyusul performa menjanjikan sang pemain di Serie A.
Sementara itu, kejutan besar datang dari masa depan ikon klub, Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris tersebut kini tengah menjadi incaran serius raksasa Spanyol, Barcelona. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak sudah memasuki tahap lanjut. Barcelona disebut-sebut telah menyiapkan dana sekitar €30 juta untuk memboyong Rashford ke Camp Nou, sebuah angka yang dinilai cukup realistis bagi United untuk segera melepas sang pemain demi merestrukturisasi anggaran gaji tim.
Jika kedua kesepakatan ini berjalan mulus, total pemasukan €80 juta tersebut akan memberikan ruang gerak yang luas bagi Manchester United di pasar transfer musim panas. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mendatangkan amunisi baru yang lebih sesuai dengan visi jangka panjang klub. Keputusan melepas dua nama besar ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada pemain yang benar-benar "aman" di Old Trafford saat ini jika tidak memberikan kontribusi maksimal.
Kini, para penggemar Setan Merah tinggal menunggu pengumuman resmi terkait detail akhir dari negosiasi ini. Langkah "cuci gudang" ini diharapkan menjadi titik balik bagi Manchester United untuk kembali bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa, dengan skuad yang lebih ramping dan kompetitif. (*)
Editor : Indra Zakaria