Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pep Guardiola Puji Dominasi City di Bernabéu: 20 Menit Awal yang Luar Biasa, Setelah Itu....

Redaksi Prokal • 2026-03-15 07:15:00

Manajer jenius Manchester City, Pep Guardiola
Manajer jenius Manchester City, Pep Guardiola

MADRID — Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan apresiasi tinggi atas performa anak asuhnya saat bertandang ke markas Real Madrid. Meski laga berjalan penuh drama dan tekanan, Pep menyebut bahwa timnya sempat menunjukkan salah satu level permainan terbaik yang pernah ia saksikan di stadion legendaris tersebut.

Bagi Pep, keberanian timnya untuk langsung tampil menggebrak sejak peluit pertama adalah kunci utama dari rencana taktis yang ia siapkan.

Pep menyoroti bagaimana Manchester City mampu mendikte permainan dan mengurung pertahanan Real Madrid sebelum gol pembuka tercipta. Menurutnya, periode awal pertandingan tersebut adalah gambaran dari identitas sepak bola yang ingin ia terapkan, bahkan di kandang lawan yang paling angker sekalipun.

“19, 20 menit pertama melawan Real Madrid sebelum gol pertama sangat luar biasa, salah satu yang terbaik yang pernah kami mainkan di Bernabéu,” ungkap Pep dengan nada bangga.

Kedatangan City ke Santiago Bernabéu bukan tanpa risiko. Namun, Pep menegaskan bahwa timnya tidak datang untuk bermain bertahan atau sekadar mencari aman. Ia ingin timnya menjadi ancaman nyata bagi sang raja kompetisi Eropa.

“Itu bagus dari segi: Kami datang ke sini untuk membuat ancaman. Dan kami memang mengancam!” tambah pelatih asal Spanyol tersebut. Ia menilai keberhasilan timnya dalam menciptakan teror di pertahanan lawan pada fase awal adalah pencapaian yang signifikan secara mental.

Meski puas dengan dominasi awal, Pep juga mengakui bahwa menghadapi Real Madrid selalu melibatkan faktor yang lebih dari sekadar taktik: yakni emosi. Setelah momentum awal berlalu dan Madrid mulai memberikan respons, situasi di lapangan berubah menjadi perang mental yang menguras tenaga.

“Tapi setelah itu, emosi mulai muncul…” ujar Pep singkat, menggambarkan betapa tipisnya batas antara kontrol permainan dan kekacauan emosional saat menghadapi atmosfer di Bernabéu.

Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Pep, melawan Madrid bukan hanya soal strategi di atas kertas, melainkan bagaimana menjaga konsistensi emosi di tengah tekanan besar setelah menunjukkan awal yang hampir sempurna. (*)

Editor : Indra Zakaria