Pelatih Chelsea Liam Rosenior akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi aksi para pemainnya yang berkerumun di sekitar bola dalam laga terbaru yang menuai perdebatan publik. Dalam penjelasannya, Rosenior menegaskan bahwa tindakan tersebut murni merupakan inisiatif spontan dari para pemain di lapangan sebagai bentuk solidaritas tim dan bukan merupakan instruksi teknis darinya. Menanggapi berbagai kritik yang melabeli aksi tersebut sebagai tindakan provokatif, ia menjelaskan bahwa para pemain merasa perlu menunjukkan kekompakan yang nyata di tengah tensi pertandingan yang sangat tinggi.
Rosenior menekankan bahwa keputusan untuk berkumpul di sekitar bola adalah murni keinginan pemain untuk menunjukkan persatuan mereka secara kolektif. Selain pasang badan untuk anak asuhnya, sang pelatih juga tidak menutup-nutupi rasa frustrasinya terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Secara blak-blakan, ia mengaku kecewa dengan beberapa keputusan perangkat pertandingan yang dianggap merugikan momentum timnya di saat-saat krusial.
Terkait tudingan bahwa aksi berkerumun itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap lawan, Rosenior membantah hal tersebut dengan sangat keras. Ia menyatakan bahwa sama sekali tidak ada maksud tidak sopan di balik tindakan tersebut, melainkan sekadar pesan internal untuk saling mendukung satu sama lain. Kini, fokus utama Rosenior adalah memastikan mentalitas persatuan timnya tetap terjaga tanpa harus mencederai sportivitas yang ada di atas lapangan hijau.(*)
Editor : Indra Zakaria