LIVERPOOL – Laga dramatis antara Liverpool FC melawan Tottenham Hotspur di Anfield tidak hanya menyisakan cerita tentang gol di menit akhir, tetapi juga ketegangan di luar lapangan. Pelatih anyar Spurs, Igor Tudor, menjadi pusat perhatian setelah terlibat adu mulut dengan reporter Sky Sports, Patrick Davison, dalam sesi wawancara pascalaga yang berlangsung canggung dan penuh emosi.
Spurs sebenarnya berhasil mencuri satu poin berharga lewat gol dramatis Richarlison di pengujung laga. Hasil imbang 1-1 ini menjadi oase bagi Tudor yang sempat mencatatkan empat kekalahan beruntun sejak ditunjuk menggantikan Thomas Frank. Namun, suasana perayaan poin perdana itu mendadak berubah tegang saat pertanyaan mengenai peluang bertahan di Premier League dilemparkan.
Ketidaknyamanan Tudor memuncak ketika Davison menanyakan apakah hasil ini memberikan harapan bagi para pendukung Spurs di seluruh dunia terkait masa depan klub di kasta tertinggi Inggris tersebut. Mendengar hal itu, pelatih asal Kroasia ini langsung bereaksi dengan nada bicara yang meninggi.
”Sudah cukup dengan hal seperti ini. Saya selalu mengatakan apa yang saya pikirkan,” tegas Tudor (16/3).
Meskipun Davison mencoba menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut relevan bagi jutaan penggemar Spurs, Tudor bersikeras bahwa kapasitasnya hanyalah sebagai pelatih teknis. Ia enggan membahas spekulasi masa depan atau harapan jangka panjang yang dianggapnya bukan merupakan tanggung jawabnya untuk dijawab di depan kamera.
”Itu bukan pertanyaan untuk saya. Saya pelatih. Tanyakan saja soal pemain atau cara kami bermain,” tandas Tudor dengan raut wajah kesal.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Tudor membantah telah memberikan komentar mengenai pentingnya memberi harapan kepada suporter. Ia bahkan sempat mempertanyakan maksud tersembunyi dari sang reporter sebelum akhirnya menutup wawancara secara sepihak dengan bertanya, "Apakah kita sudah selesai?" tanpa menunggu basa-basi penutup.
Insiden ini langsung memicu perdebatan hangat di studio Sky Sports yang dipandu Kelly Cates bersama Roy Keane, Ashley Young, dan Jamie Redknapp. Para analis menduga ada miskomunikasi yang diperparah oleh tekanan besar yang sedang dialami Tudor untuk menyelamatkan klub dari jurang degradasi.
Di jagat maya, reaksi netizen terbelah; sebagian mengkritik sikap emosional sang pelatih, sementara yang lain merasa pertanyaan media terlalu memojokkan situasi internal klub. Terlepas dari drama tersebut, tambahan satu poin dari Anfield menjadi modal moral yang sangat penting bagi skuad London Utara untuk terus berjuang menjauh dari zona merah di sisa musim ini. (*)
Editor : Indra Zakaria