MEKSIKO CITY – Tensi politik global kini merambah ke lapangan hijau menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dikabarkan tengah berupaya keras melobi FIFA agar seluruh pertandingan babak grup mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko. Langkah ini diambil menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang dinilai menyudutkan partisipasi tim Nasional Iran di turnamen tersebut.
Melalui unggahan resmi Kedutaan Besar Iran di Meksiko, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan bahwa negosiasi dengan FIFA sedang berlangsung. Pihak Iran merasa keamanan tim mereka tidak dapat dijamin jika harus bertanding di wilayah Amerika Serikat.
Merespons permintaan tersebut, FIFA memberikan pernyataan tegas melalui laporan The Athletic. Induk organisasi sepak bola dunia itu menyatakan bahwa jadwal pertandingan yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025 tetap berlaku dan tidak akan mengalami perubahan lokasi bagi negara tuan rumah (AS, Kanada, dan Meksiko).
“FIFA menjalin komunikasi rutin dengan seluruh asosiasi anggota, termasuk IR Iran, untuk membahas perencanaan Piala Dunia 2026. FIFA menantikan partisipasi seluruh tim untuk bertanding sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi pada Selasa (17/3) bahwa pemerintahannya tengah menjajaki kemungkinan untuk mengakomodasi permintaan Iran. Sheinbaum mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melihat apakah memungkinkan bagi Iran untuk memainkan seluruh laga fase grup mereka hanya di wilayah Meksiko.
Sesuai hasil pengundian, Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Berdasarkan jadwal asli, mereka seharusnya bertanding di SoFi Stadium (California) dan Lumen Field (Seattle), dengan basis pelatihan di Tucson, Arizona. (*)
Editor : Indra Zakaria