Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cerita John Terry: Cetak Gol ke Gawang West Ham Malah Dicaci Maki Keluarga Sendiri

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 - 16:00 WIB

John Terry dibully oleh ayahnya sendiri saat mencetak gol.
John Terry dibully oleh ayahnya sendiri saat mencetak gol.

Dalam dunia sepak bola, dukungan keluarga biasanya menjadi pelabuhan terakhir yang paling aman. Namun, bagi legenda Chelsea, John Terry, garis antara "darah lebih kental daripada air" dan "kebencian terhadap rival London" ternyata sangat tipis—bahkan mungkin tidak ada sama sekali.

Terry baru-baru ini menceritakan sebuah kisah yang terdengar seperti sketsa komedi, namun benar-benar terjadi di kehidupan nyatanya. Sebagaimana diketahui, mantan kapten Timnas Inggris ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat fanatik terhadap West Ham United. "Seluruh keluarga saya adalah penggemar West Ham," kenang Terry dengan nada yang sedikit getir namun geli.

Puncak komedi keluarga ini terjadi dalam sebuah derbi panas saat Terry masih berseragam biru Chelsea. Sebagai seorang bek yang rajin membantu penyerangan, Terry berhasil menyundul bola masuk ke gawang The Hammers. Dengan adrenalin yang membuncah, ia berlari melakukan selebrasi ke arah tribun pendukung West Ham—tempat di mana keluarga besarnya biasanya duduk.

Alih-alih mendapatkan lambaian tangan atau senyum bangga dari sang ayah, Terry justru disambut dengan pemandangan yang akan membuatnya sulit menelan makanan saat perayaan Natal.

"Ketika saya pergi merayakan kemenangan di depan para penggemar mereka, saya melihat paman dan ayah saya di antara mereka," ungkap Terry. Bukannya memberikan tepuk tangan karena melihat anak mereka sukses mencetak gol di level tertinggi, sang ayah dan paman justru terlihat sangat sibuk. "Mereka berdiri di sana, berteriak dan menghina saya habis-habisan."

Bayangkan saja, di saat mayoritas orang tua di dunia akan memajang foto gol anak mereka di ruang tamu, ayah John Terry mungkin lebih memilih untuk memberikan kartu merah pada foto anaknya sendiri. Cerita ini membuktikan satu hal: dalam sepak bola, loyalitas terhadap klub terkadang jauh melampaui kartu keluarga.(*)

Editor : Indra Zakaria