ZENICA – Atmosfer panas kini menyelimuti Zenica, wilayah Bosnia, menjelang laga yang dijuluki sebagai "partai hidup-mati" antara tuan rumah Bosnia-Herzegovina menjamu raksasa Eropa, Italia. Pertandingan final play-off yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3) mendatang ini akan menjadi penentu tunggal: sang pemenang berhak terbang ke putaran final Piala Dunia 2026, sementara yang kalah harus mengubur mimpi dan menunggu empat tahun lagi.
Bagi Italia, laga di Stadion Zenica bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa, melainkan misi penebusan dosa sejarah. Skuad Gli Azzurri datang dengan beban berat setelah secara menyakitkan absen dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut. Luka lama tahun 2018 saat disingkirkan Swedia, serta tragedi di Palermo ketika ditundukkan Makedonia Utara menjelang Piala Dunia 2022, masih membekas kuat di ingatan publik sepak bola Italia.
Sejarah mencatat bahwa penampilan terakhir Italia di panggung tertinggi sepak bola dunia terjadi lebih dari satu dekade silam, tepatnya pada 24 Juni 2014. Kala itu, langkah Italia terhenti di Arena das Dunas, Natal, setelah menyerah 0-1 dari Uruguay lewat gol tunggal Diego Godín. Sejak saat itu, salah satu pengoleksi trofi Piala Dunia terbanyak ini seolah kehilangan tajinya di babak kualifikasi.
Kini, setelah 12 tahun menanti, Italia kembali berada di ambang pintu putaran final. Namun, jalan menuju Amerika Utara dipastikan tidak akan mudah. Sesuai hasil pengundian UEFA, Bosnia-Herzegovina berhak menjadi tuan rumah dalam laga penentu ini. Bermain di hadapan pendukung sendiri yang dikenal sangat fanatik, Bosnia siap menyajikan "neraka" bagi anak asuh Luciano Spalletti.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sangat alot dan penuh tekanan. Dengan format pertandingan tunggal, babak perpanjangan waktu hingga adu penalti siap dimainkan jika kedudukan tetap imbang selama 90 menit. Italia harus mampu menaklukkan tekanan mental dan atmosfer intimidatif di Zenica jika ingin mengembalikan harga diri mereka sebagai kekuatan utama sepak bola dunia.(*)
Editor : Indra Zakaria