PROKAL.CO- Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi tinggi atas performa pasukannya saat melumat Saint Kitts dan Nevis empat gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam sesi jumpa pers usai laga FIFA Series 2026 tersebut, pelatih asal Inggris ini mengungkapkan bahwa skor akhir tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan target yang memang sudah dipatok sejak awal latihan.
Keberhasilan menjaga kesucian gawang Maarten Paes menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh mantan arsitek timnas Kanada tersebut. Menurutnya, kedisiplinan pemain dalam menjalankan transisi permainan menjadi kunci utama Indonesia tidak memberikan celah bagi lawan untuk menciptakan peluang berbahaya. Selain dwigol dari Beckham Putra serta sumbangan gol dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra, kemampuan tim dalam memaksimalkan situasi bola mati menjadi catatan positif yang sesuai dengan skenario latihan mereka.
Meski puas dengan kemenangan telak di laga debutnya, Herdman memberikan peringatan keras kepada skuad Garuda menjelang partai final melawan Bulgaria. Ia menyoroti adanya periode di 15 menit awal pertandingan di mana para pemain tampak terlalu bersemangat dan keluar dari skema taktis yang telah disusun. Herdman menegaskan bahwa ketidakteraturan seperti itu akan menjadi santapan empuk bagi tim sekelas Bulgaria yang memiliki level kompetisi Eropa.
Menatap laga puncak yang akan digelar Senin (30/3) mendatang, fokus utama staf pelatih kini beralih pada penguatan kohesi taktis. Herdman menuntut anak asuhnya untuk langsung menyatu dengan "cetak biru" permainan sejak peluit pertama dibunyikan. Baginya, melawan tim dengan kualitas teknis lebih tinggi, kesalahan sekecil apa pun di menit-menit awal bisa berakibat fatal bagi ambisi Indonesia untuk mengangkat trofi FIFA Series 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria