Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Misi Penebusan Gli Azzurri: Gennaro Gattuso Bakar Semangat Italia Jelang Final Playoff Kontra Bosnia

Redaksi Prokal • 2026-03-31 10:10:00

Gennaro Gattuso
Gennaro Gattuso

PROKAL.CO – Ketegangan menyelimuti skuad Tim Nasional Italia menjelang laga hidup-mati babak final playoff Piala Dunia 2026. Pelatih Gli Azzurri, Gennaro Gattuso, menyatakan kesiapannya membawa Italia kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia saat bertandang ke markas Bosnia dan Herzegovina di Zenica, Rabu (1/4/2026).

Laga ini menjadi pertaruhan besar bagi sejarah sepak bola Italia. Setelah absen menyakitkan dalam dua edisi Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022), beban untuk lolos kini berada di pundak Gattuso dan anak asuhnya. Namun, alih-alih tertekan, mantan gelandang legendaris itu justru mengaku sangat menikmati atmosfer penuh tekanan tersebut.

“Siapa pun yang bermain sepak bola, hidup untuk momen seperti ini. Secara pribadi, saya merasakan ketegangan yang luar biasa, dan tidak ada yang lebih baik dari itu. Jika Anda tidak merasakannya, lebih baik berhenti bermain atau pulang sebagai pelatih,” tegas Gattuso dalam wawancaranya bersama Sky Sport Italia, Senin (30/3/2026).

Italia memastikan tempat di final playoff setelah tampil solid menyingkirkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 di semifinal. Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean menjadi bukti efektivitas permainan Italia di bawah komando Gattuso. Sementara itu, calon lawan mereka, Bosnia dan Herzegovina, melaju secara dramatis setelah menumbangkan Wales lewat adu penalti 4-2 di Cardiff.

Gattuso memberikan perhatian khusus pada daya juang Bosnia, terutama sosok veteran Edin Dzeko yang masih tajam di usia 40 tahun. Ia mengingatkan pasukannya agar tidak membuang energi pada kekhawatiran masa lalu, melainkan fokus pada perkembangan mentalitas tim yang telah dibangun selama tujuh bulan terakhir.

“Kami tahu banyak yang dipertaruhkan. Kami sadar Italia absen di dua Piala Dunia terakhir, tetapi energi itu harus kami simpan untuk pertandingan, bukan dihabiskan sebelumnya,” ujar pelatih yang dikenal dengan karakter kerasnya tersebut.

Meskipun menyadari timnya sering dikritik karena tidak selalu bermain cantik, Gattuso tidak ambil pusing. Baginya, identitas sepak bola Italia terletak pada rasa lapar akan kemenangan dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan.

“Mungkin kami tidak selalu bermain indah, tapi itu tidak masalah. Sejarah kami menunjukkan bahwa dengan mentalitas, rasa lapar, dan kemampuan menghadapi kesulitan, kami bisa meraih hal-hal luar biasa,” pungkas Gattuso optimistis.(*)

Editor : Indra Zakaria