LONDON – Badai yang menerpa bintang Chelsea, Enzo Fernández, memasuki babak baru setelah agennya, Javier Pastore, angkat bicara mengenai skorsing yang dijatuhkan oleh pihak klub. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Athletic, Pastore secara tegas menyebut hukuman tersebut sebagai tindakan yang sama sekali tidak adil dan didasarkan pada kesalahpahaman yang besar.
Pastore mengungkapkan bahwa kliennya saat ini berada dalam kondisi bingung dan tidak memahami mengapa pernyataan sederhana mengenai selera pribadi bisa berbuntut pada sanksi profesional yang berat. Ia menggarisbawahi bahwa Enzo sama sekali tidak pernah melontarkan pernyataan ingin meninggalkan Stamford Bridge atau mengisyaratkan ketertarikan untuk bergabung dengan klub lain, termasuk Real Madrid.
"Enzo sama sekali tidak memahami situasinya. Dia tidak pernah menyebutkan klub mana pun atau mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan Chelsea, sama sekali tidak," tegas Pastore dalam upayanya meredam spekulasi panas yang beredar.
Menurut sang agen, penyebutan nama "Madrid" muncul dalam konteks yang murni personal dan jauh dari urusan transfer pemain. Saat itu, Enzo ditanya mengenai kota di Eropa mana yang ingin ia tinggali suatu hari nanti—bukan klub mana yang ingin ia bela. Enzo menjawab Madrid semata-mata karena kekagumannya pada kota tersebut sebagai tempat tinggal, bukan sebagai destinasi karier berikutnya.
"Dia hanya menyebut Madrid, kota itu, karena dia ditanya kota Eropa mana yang ingin dia tinggali suatu hari nanti. Dia menjawab Madrid, tetapi dia sama sekali tidak mengatakan ingin meninggalkan Chelsea atau London," tambah Pastore.
Pembelaan ini muncul di tengah ketegangan internal antara Enzo dan manajemen Chelsea yang tampaknya sangat sensitif terhadap isu loyalitas pemain, terutama saat performa tim sedang menjadi sorotan. Pihak agen berharap manajemen klub dapat meninjau kembali keputusan skorsing tersebut dengan melihat konteks pernyataan Enzo secara lebih jernih.
Hingga saat ini, pihak Chelsea belum memberikan tanggapan resmi atas pembelaan sang agen. Namun, situasi ini menunjukkan adanya celah komunikasi yang lebar antara pemain dan klub, di mana sebuah jawaban tentang gaya hidup pribadi justru dianggap sebagai sinyal ketidakpuasan profesional yang berujung pada sanksi disiplin. Kini, publik menunggu apakah klarifikasi ini mampu meredakan ketegangan atau justru memperuncing konflik di internal skuad The Blues.(*)