Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Star Boy Mulai Melawan? Lamine Yamal Ngamuk Usai Diganti, Tolak Salaman dengan Hansi Flick di Laga Kontra Atletico

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 06:07 WIB
Momen saat Lamine Yamal tak mau berjabat tangan dengan Hansi Flick.
Momen saat Lamine Yamal tak mau berjabat tangan dengan Hansi Flick.

 

PROKAL.CO- Kemenangan krusial Barcelona atas Atletico Madrid menyisakan pemandangan kontroversial yang melibatkan permata muda mereka, Lamine Yamal. Bukan karena aksi magisnya di lapangan, remaja berbakat itu justru menjadi buah bibir lantaran tertangkap kamera menunjukkan gestur frustrasi yang mendalam hingga enggan berjabat tangan dengan sang pelatih, Hansi Flick, saat ditarik keluar menuju ruang ganti.

Ketegangan tersebut pecah di tengah tensi tinggi pertandingan di Madrid. Yamal yang tampil meledak-ledak sepanjang laga tampak tak bisa menyembunyikan amarahnya. Menanggapi insiden panas itu, Hansi Flick mencoba mendinginkan suasana dengan menyebut bahwa reaksi anak asuhnya adalah hal yang wajar dalam sepak bola yang penuh emosi.

“Lamine Yamal sudah berusaha semaksimal mungkin; dia menggiring bola, dia menyerang, tetapi dia tidak mencetak gol. Dia agak kesal karena itu pertandingan yang penuh emosi, tapi itu wajar. Sekarang dia sudah kembali ke ruang ganti dan baik-baik saja,” ujar Flick mencoba memberikan pembelaan bagi pemain mudanya tersebut.

Frustrasi Yamal diduga kuat berakar dari kegagalannya mencatatkan nama di papan skor meskipun ia menjadi pemain paling aktif di lini depan Blaugrana. Sepanjang laga, Yamal tercatat sebagai pemain dengan jumlah tembakan, kreasi peluang, hingga dribel sukses terbanyak. Namun, tembok pertahanan Atletico yang kokoh membuat semua usahanya berujung buntu.

Selain faktor gagal cetak gol, muncul teori bahwa Yamal merasa jengah dengan rentetan instruksi taktis yang dianggap terlalu membebani kreativitasnya. Gestur protesnya ke arah staf pelatih, termasuk komunikasinya yang intens dengan José Ramón de la Fuente, memperkuat dugaan bahwa sang pemain merasa kewalahan dengan arahan strategi di tengah tekanan laga. Belum lagi, atmosfer stadion yang panas dengan hinaan dari tribune penonton disinyalir turut memancing emosi pemain yang baru berusia belasan tahun itu.

Meski meninggalkan lapangan dengan wajah memerah dan sikap dingin terhadap pelatih, performa Yamal di atas rumput tetap tidak terbantahkan sebagai motor serangan utama Barcelona. Insiden ini pun menjadi ujian bagi Hansi Flick dalam mengelola ego talenta muda sebesar Yamal, agar ambisi besarnya tidak justru menjadi bumerang bagi keharmonisan ruang ganti raksasa Catalan tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#hansi flick #lamine yamal