Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Luis Enrique "Bongkar Borok" Mbappé: Tim Lebih Kuat Tanpanya, Akhirnya Juara Liga Champions

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 18:30 WIB
Kylian Mbappe saat membela timnas Prancis. AFP/FRANCK FIFE
Kylian Mbappe saat membela timnas Prancis. AFP/FRANCK FIFE

 
PROKAL.CO- Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan pernyataan mengejutkan yang memicu kegemparan di dunia sepak bola Eropa. Pelatih asal Spanyol tersebut secara terbuka membedah hubungannya dengan Kylian Mbappé selama di Paris, sekaligus menyebut bahwa kepergian sang megabintang justru menjadi kunci kesuksesan klub merengkuh trofi Liga Champions yang selama ini diimpikan.

Enrique mengungkapkan bahwa dirinya berkali-kali mencoba menanamkan nilai-nilai kepemimpinan modern kepada Mbappé. Baginya, status pemain hebat tidak hanya diukur dari jumlah gol, melainkan dari pengorbanan dan kontribusi saat bertahan.

“Saya banyak berbincang dengannya di Paris Saint-Germain. Saya mengatakan kepadanya bahwa menjadi pemain hebat bukan hanya tentang mencetak gol—tetapi juga tentang bertahan, berkorban, dan memberi contoh bagi seluruh tim. Seorang pemimpin sejati berlari lebih dulu, menekan lebih dulu, dan bekerja lebih keras daripada siapa pun,” ungkap Enrique dengan nada tegas.

Namun, instruksi taktis dan filosofi bermain kolektif yang ditawarkan Enrique tampaknya membentur tembok tinggi. Pelatih yang dikenal perfeksionis ini menyebut Mbappé enggan berkompromi dengan tanggung jawab pertahanan yang seharusnya diemban setiap pemain di era sepak bola modern.

“Saya mencoba membuatnya mengerti bahwa bahkan sebagai seorang penyerang, bertahan adalah bagian dari tanggung jawab Anda. Tapi dia tidak mendengarkan. Dia selalu ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, sesuai keinginannya sendiri,” tambahnya.

Kritik Enrique tidak berhenti di situ. Ia menekankan bahwa esensi dari seorang pemimpin adalah melayani kepentingan tim, bukan menggunakan status bintang sebagai kekuasaan pribadi. Menurutnya, sepak bola pada akhirnya akan menunjukkan kebenaran melalui hasil di lapangan.

“Anda tidak bisa memimpin tim jika Anda tidak melayani tim tersebut. Kepemimpinan bukanlah kekuasaan—melainkan tanggung jawab. Dan pada akhirnya, sepak bola selalu mengungkapkan kebenaran,” tegas Enrique.

Bukti paling nyata dari ucapan Enrique adalah performa PSG pasca era Mbappé. Tanpa kehadiran penyerang timnas Prancis tersebut, skuat Les Parisiens justru dianggap jauh lebih solid dan memiliki komitmen tinggi yang berujung pada keberhasilan mengangkat trofi Si Kuping Besar.

“Setelah dia pergi, tim menjadi lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih berkomitmen. Kami akhirnya memenangkan Liga Champions UEFA—trofi yang telah diincar klub selama bertahun-tahun. Tidak ada pemain yang lebih besar daripada tim secara keseluruhan,” pungkasnya menutup pernyataan pedas tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kylian mbappe