Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mimpi Barcelona Kandas di Madrid: Hansi Flick Sesali Detail Kecil yang Berujung Petaka

Redaksi Prokal • Rabu, 15 April 2026 - 12:45 WIB
Hansi Flick.
Hansi Flick.

MADRID — "Kami sangat kecewa karena sebenarnya kami memiliki banyak peluang, termasuk kesempatan untuk unggul lebih besar di awal laga," ujar pelatih Barcelona, Hansi Flick, dengan nada getir setelah timnya dipastikan tersingkir dari Liga Champions. Meski sukses memetik kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano pada Rabu (15/4) dini hari WIB, hasil tersebut tidak mampu menyelamatkan nasib Blaugrana yang harus menyerah dengan agregat tipis 2-3.

Harapan publik Catalan sempat membubung tinggi ketika Lamine Yamal mencetak gol kilat pada menit ke-4, yang kemudian digandakan oleh Ferran Torres di menit ke-24. Namun, kegembiraan itu mulai terkikis saat Ademola Lookman mencetak gol balasan bagi tuan rumah pada menit ke-31. Mengenai momen tersebut, Flick berkomentar, "Inilah sepak bola, di mana detail kecil sangat menentukan hasil akhir. Momentum kami sedikit terganggu setelah gol lawan tersebut."

Memasuki babak kedua, situasi menjadi semakin pelik bagi Barcelona setelah gol kedua Ferran Torres dianulir wasit dan Eric Garcia diusir keluar lapangan akibat kartu merah. Menanggapi perjuangan timnya dengan sepuluh pemain, Flick tetap memberikan pujian setinggi langit. "Tim tampil luar biasa, bahkan setelah kami kehilangan satu pemain. Saya sangat bangga dengan apa yang mereka tunjukkan di lapangan, meski hasil akhir kali ini memang tidak berpihak pada kami," tegas pelatih asal Jerman tersebut.

Flick mengakui bahwa bermain dengan kekurangan personil di markas Atletico adalah tugas yang sangat berat bagi anak asuhnya. "Mentalitas dan kerja keras para pemain sudah sesuai dengan harapan saya. Kami terus mencoba menyerang, namun kartu merah itu mengubah banyak hal dalam rencana permainan kami," tambahnya. Ia juga menekankan bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama pada laga hidup-mati di perempat final tersebut.

Kegagalan ini secara otomatis memperpanjang puasa gelar kasta tertinggi Eropa bagi Barcelona yang kini telah menyentuh angka 11 tahun. Walau didera kesedihan, Flick mencoba tetap tegar melihat masa depan timnya. "Kami harus belajar dari kegagalan ini. Detail-detail yang hilang malam ini harus kami perbaiki agar musim depan kami bisa kembali lebih kuat," tutupnya mengakhiri konferensi pers di Madrid. Bagi Flick sendiri, ini merupakan kegagalan keduanya dalam membawa trofi Liga Champions ke Camp Nou setelah musim lalu terhenti di babak semifinal.(*)

Editor : Indra Zakaria
#barcelona