PARIS – Panggung semifinal Liga Champions musim 2025/2026 dibuka dengan sebuah mahakarya sepak bola yang memacu adrenalin. Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengamankan kemenangan tipis 5-4 atas Bayern Munich dalam laga leg pertama yang berlangsung di Parc des Princes, Rabu (29/4) dini hari WIB. Meski menang, skor mencolok ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara dominasi dan kerentanan bagi kedua raksasa Eropa tersebut.
Kapten PSG, Marquinhos, tak mampu menyembunyikan rasa takjubnya sekaligus sedikit frustrasi usai peluit panjang dibunyikan. Ia melabeli drama sembilan gol tersebut sebagai "pertandingan gila" yang menyuguhkan intensitas tinggi dari kedua belah pihak. PSG sempat berada di atas angin, namun tekanan konstan dari Die Roten membuat lini belakang tuan rumah kewalahan hingga kebobolan empat gol.
"Ini adalah pertandingan yang dinikmati semua pecinta sepak bola karena kedua tim bermain sangat agresif. Namun jujur, kami merasa frustrasi dengan jumlah gol yang masuk ke gawang kami. Seharusnya kami bisa berangkat ke Munich dengan keunggulan yang lebih besar," ujar Marquinhos kepada Amazon Prime.
Di sisi lain, pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menolak untuk meratapi hasil akhir secara berlebihan. Meski pertahanannya menjadi sorotan karena kebobolan lima kali, Kompany justru memuji karakter menyerang anak asuhnya. Baginya, bermain di semifinal Liga Champions membutuhkan keberanian besar, dan risiko kebobolan adalah konsekuensi dari gaya main ofensif yang ia usung.
"Kami menderita di beberapa momen, tetapi kami juga sangat berbahaya. Peluang-peluang yang kami ciptakan memberikan keyakinan bahwa kami bisa membalikkan keadaan di leg kedua nanti," tegas Kompany. Ia menambahkan bahwa dalam level setinggi ini, hasil pertandingan seringkali ditentukan oleh margin yang sangat tipis dan pendekatan yang setengah-setengah justru akan menjadi bumerang.
Dengan hasil ini, napas Bayern Munich masih sangat panjang berkat tabungan empat gol tandang, sementara PSG dituntut untuk membenahi kedisiplinan lini belakang mereka. Pertempuran hidup-mati untuk memperebutkan tiket final akan berlanjut di Allianz Arena pekan depan, di mana konsistensi mental akan menjadi penentu siapa yang layak melangkah ke partai puncak. (*)
Editor : Indra Zakaria