MILAN – Kota Milan berubah menjadi lautan biru-hitam. Inter Milan resmi menasbihkan diri sebagai jawara Serie A musim 2025/2026 setelah melibas Parma dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/5) malam waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengunci gelar Scudetto ke-21 mereka meski kompetisi masih menyisakan tiga laga.
Dominasi anak asuh Cristian Chivu musim ini benar-benar tak terbendung. Tambahan tiga poin dari laga kontra Parma membuat koleksi poin Inter menyentuh angka 82, unggul 12 angka dari Napoli di posisi kedua. Dengan sisa tiga pertandingan, posisi Nerazzurri di puncak klasemen secara matematis mustahil untuk digoyahkan.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Inter tampil penuh percaya diri. Kabar hasil minor para rival—Napoli yang tertahan imbang oleh Como dan AC Milan yang terjungkal di tangan Sassuolo—seolah menjadi suplemen tambahan bagi Lautaro Martinez dkk untuk berpesta lebih awal.
"Kami tahu ini adalah momen kami. Dukungan suporter di Meazza membuat kami merasa tidak mungkin untuk kalah hari ini," ujar salah satu staf kepelatihan Inter usai laga.
Meski tampil dominan, kebuntuan Inter baru pecah di masa injury time babak pertama. Adalah Marcus Thuram yang sukses menggetarkan jala gawang Zion Suzuki lewat sepakan kaki kanan yang menghujam deras. Gol tersebut langsung membuat seisi stadion bergemuruh.
Memasuki babak kedua, Inter tidak mengendurkan serangan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya Henrikh Mkhitaryan melepaskan tendangan akurat pada menit ke-80 yang menggandakan keunggulan sekaligus mengunci kemenangan bagi sang tuan rumah.
Bagi Inter Milan, gelar musim 2025/2026 ini merupakan capaian Scudetto ketiga mereka dalam enam musim terakhir, menyusul kesuksesan di musim 2020/2021 dan 2023/2024. Prestasi ini juga mempertegas posisi mereka di atas sang rival sekota, AC Milan, dengan keunggulan selisih dua trofi liga.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Parma tertahan di peringkat 12 klasemen dengan 42 poin. Meski kalah, posisi Parma relatif aman karena masih unggul 14 poin dari zona merah degradasi.
Begitu wasit meniup peluit panjang, para pemain Inter langsung berhamburan ke tengah lapangan untuk merayakan gelar juara bersama puluhan ribu Interisti. Pesta pora di Milan diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan menyambut bintang kedua yang semakin kokoh di dada jersey kebanggaan mereka. (jpg/upi)
Editor : Indra Zakaria