Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Real Madrid di Titik Nadir: Musim Tanpa Gelar, Ruang Ganti Membara: Jose Mourinho akan Kembali?

Redaksi Prokal • Senin, 11 Mei 2026 | 11:15 WIB
Pemain Real Madrid tertunduk usai kalah dari Barcelona di El Clasico yang memastikan musim tanpa gelar. (Dok. FC Barcelona)
Pemain Real Madrid tertunduk usai kalah dari Barcelona di El Clasico yang memastikan musim tanpa gelar. (Dok. FC Barcelona)

 
MADRID – Kekalahan menyakitkan dari Barcelona di El Clasico awal pekan ini bukan sekadar hilangnya tiga poin bagi Real Madrid. Hasil tersebut menjadi vonis mati bagi ambisi mereka musim ini, sekaligus memastikan raksasa Spanyol tersebut menutup tahun tanpa satu pun gelar bergengsi. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, publik Santiago Bernabeu harus menelan pil pahit melihat tim kesayangan mereka hampa trofi selama dua musim berturut-turut.

Catatan musim 2025/2026 menjadi potret kelam bagi klub tersukses di Eropa ini. Di La Liga, Madrid kini tertinggal 14 poin dari sang juara, Barcelona. Sementara di panggung Liga Champions, langkah mereka terhenti prematur di tangan Bayern Munchen pada babak perempat final.

Namun, luka terdalam justru terjadi di ajang Copa del Rey. Perjalanan Madrid berakhir memalukan setelah didepak oleh klub kasta bawah, Albacete—sebuah kegagalan yang menjadi simbol keruntuhan mentalitas juara Los Blancos musim ini. Krisis Madrid nyatanya tidak hanya terjadi di atas rumput hijau. Ruang ganti pemain kini berubah menjadi "medan perang" internal. Mulai dari gestur tidak puas Vinicius Junior hingga konflik fisik yang melibatkan pilar lini tengah seperti Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde, mencerminkan hilangnya harmoni tim.

Keputusan manajemen memecat Xabi Alonso dan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim terbukti tidak membuahkan hasil. Arbeloa sendiri secara terbuka mengakui bahwa skuadnya kehilangan arah. "Kami harus memiliki ide yang lebih jelas. Kepentingan tim harus di atas individu jika ingin bangkit," tegasnya usai laga kontra Barca.

Mourinho dan Harapan "The Special One"

Di tengah ketidakpastian posisi pelatih untuk musim depan, nama Jose Mourinho kembali mencuat ke permukaan. Rumor kembalinya sang pelatih asal Portugal itu ke Madrid kian kencang berembus seiring berakhirnya masa bakti Arbeloa pada musim panas nanti.

Menanggapi spekulasi tersebut, Mourinho yang kini melatih Benfica tidak membantah secara absolut, namun tetap menjaga profesionalisme. "Saya belum melakukan kontak dengan Madrid. Saya tidak akan berbicara dengan siapa pun sampai laga terakhir liga melawan Estoril selesai," ujarnya kepada Sky Sports. Meski menyebut rumor tersebut sebagai spekulasi, Mourinho memberikan celah kecil dengan menyatakan dirinya akan bebas berbicara setelah kompetisi berakhir.

Kini, beban berat berada di pundak manajemen Real Madrid. Publik Santiago Bernabeu menuntut perubahan radikal, bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan evaluasi total terhadap kebijakan skuad. Bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi ujian krusial: apakah Madrid akan melakukan perombakan besar-besaran, atau tetap terjebak dalam krisis yang kian meluas ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#real madrid