Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Petaka di San Siro: Milan Gagal ke Liga Champions, Nasib Allegri dan Ibrahimovic di Ujung Tanduk

Redaksi Prokal • Senin, 25 Mei 2026 | 10:20 WIB
Luca Modric telihat lesu usai kalah dari Cagliari yang membuat Milan gagal lolos ke Liga Champions. (Dok.AC Milan)
Luca Modric telihat lesu usai kalah dari Cagliari yang membuat Milan gagal lolos ke Liga Champions. (Dok.AC Milan)

 
MILAN – AC Milan dipastikan harus gigit jari setelah gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Kepastian pahit ini didapat usai Rossoneri secara mengejutkan tumbang 1-2 dari Cagliari Calcio dalam laga hidup-mati di hadapan publik sendiri di San Siro, Minggu (24/5) malam. Hasil minor ini langsung memicu gelombang kekecewaan besar dari suporter dan menempatkan posisi pelatih Massimiliano Allegri di ujung tanduk.

Padahal, Milan sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci posisi empat besar. Namun, gol dari Alexis Saelemaekers terbukti tidak cukup untuk menyelamatkan muka Milan setelah Cagliari berhasil membalikkan kedudukan melalui aksi Borrelli dan Rodriguez. Lesunya para pemain di lapangan, termasuk gelandang veteran Luka Modric yang tampak terpukul usai peluit panjang, menjadi potret runtuhnya musim Milan yang sempat menjanjikan.

Allegri Tolak Bahas Pengunduran Diri

Usai laga, Massimiliano Allegri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, terutama melihat rapuhnya barisan pertahanan anak asuhnya. Kendati tekanan publik agar dirinya mundur semakin masif, pelatih asal Italia itu menolak berbicara mengenai masa depannya secara prematur.

“Kami bertahan sangat buruk sebagai tim. Saya tidak menyalahkan pemain, tetapi jelas ada kesalahan yang kami lakukan,” ujar Allegri kepada DAZN seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport. “Kami harus menilai keseluruhan musim dengan kepala dingin. Hasil akhir memang memengaruhi penilaian, tetapi evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh.”

Penolakan Allegri tersebut dinilai kontras dengan realita di lapangan. Milan menutup musim dengan catatan yang sangat merah setelah menelan lima kekalahan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di Serie A. Penurunan performa yang drastis dalam dua bulan terakhir meruntuhkan konsistensi mereka yang sebenarnya sudah bertahan di zona empat besar sejak pekan keempat.

Atmosfer tegang tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga merembet ke area tribun kehormatan. Pemilik RedBird, Gerry Cardinale, dilaporkan langsung meninggalkan stadion beberapa saat setelah laga usai bersama sang Penasihat Senior, Zlatan Ibrahimovic.

Ibrahimovic bahkan harus mendapatkan pengawalan ketat menuju area parkir akibat rentetan teriakan dan kritik keras dari suporter Milan yang mengamuk di luar stadion. Di sisi lain, CEO Milan Giorgio Furlani dan petinggi klub Massimo Calvelli dikabarkan bertahan di San Siro hingga larut malam untuk menggelar rapat darurat guna membahas masa depan klub. Bungkamnya manajemen dipertegas dengan aksi boikot media oleh seluruh pemain Milan yang menolak memberikan pernyataan pascapertandingan.

Kegagalan melangkah ke kompetisi kasta tertinggi Eropa ini diprediksi akan membawa efek domino yang mengerikan bagi Milan. Absennya pemasukan raksasa dari Liga Champions dipastikan mengganggu stabilitas finansial klub untuk musim depan.

Media-media Italia kini mulai merumorkan adanya potensi eksodus atau perombakan besar-besaran di dalam skuad. Sejumlah pemain bintang dikabarkan mulai menimbang opsi untuk angkat kaki dari San Siro karena enggan jika hanya bermain di Liga Europa. Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan manajemen RedBird di bawah komando Gerry Cardinale untuk menentukan apakah mereka akan melakukan revolusi total, mulai dari jajaran pelatih, manajemen, hingga komposisi pemain. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ac milan