Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PSG Rajai Eropa Lagi! Bekuk Arsenal Lewat Penalti, Les Parisiens Cetak Back-to-Back Juara UCL

Redaksi Prokal • Minggu, 31 Mei 2026 | 10:16 WIB
Luis Enrique dengan tropi Liga Champions.
Luis Enrique dengan tropi Liga Champions.

BUDAPEST — Paris Saint-Germain resmi menahbiskan diri sebagai penguasa baru Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Melalui drama adu penalti yang menguras emosi di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) waktu setempat, Les Parisiens sukses menumbangkan Arsenal dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Keberhasilan ini membuat anak asuh Luis Enrique mencetak sejarah dengan meraih gelar back-to-back juara UCL, sekaligus memperpanjang kutukan Arsenal di kompetisi tertinggi benua biru tersebut. Arsenal besutan Mikel Arteta sebenarnya memulai laga dengan skenario impian. Pertandingan baru berjalan lima menit, publik Budapest langsung bergemuruh lewat gol kilat Kai Havertz.

Berawal dari kesalahan antisipasi Marquinhos, bola liar jatuh ke kaki Leandro Trossard sebelum akhirnya dikuasai Havertz. Dari sudut sempit, penyerang Jerman itu melepaskan tembakan kaki kiri mematikan yang gagal dihalau kiper PSG, Matvey Safonov. The Gunners memimpin 1-0.

PSG yang tersengat langsung mengurung pertahanan Arsenal. Peluang emas didapat Fabian Ruiz melalui skema sepak pojok, namun dewi fortuna belum memihak setelah bola hanya membentur tiang gawang. Rapatnya barikade pertahanan Arsenal yang dikomandoi Gabriel Magalhaes membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Pemain PSG rayakan kemenangan.
Pemain PSG rayakan kemenangan.

Eksekusi Dingin Dembele Hidupkan Asa Les Parisiens

Memasuki babak kedua, raksasa Prancis langsung tancap gas. Gelombang serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Pergerakan lincah Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang harus dihentikan secara paksa oleh Cristhian Mosquera. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang maju sebagai algojo tampil dengan ketenangan level tinggi. Tendangan penaltinya sukses mengecoh David Raya dan mengubah papan skor menjadi 1-1. Merespons gol tersebut, Arteta memasukkan amunisi segar seperti Eberechi Eze dan Gabriel Martinelli. Jual beli serangan terjadi di sisa waktu normal, termasuk peluang emas Jurrien Timber di masa extra time, namun hingga 120 menit laga berjalan, skor imbang tetap tidak berubah.

Sesi adu penalti menjadi panggung yang kejam bagi kedua tim. Di kubu PSG, empat eksekutor mereka—Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo—sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Hanya Nuno Mendes yang gagal menjaringkan bola. Sementara itu, Arsenal sempat membuka harapan lewat gol penalti Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli. Namun, petaka dimulai ketika Eberechi Eze gagal sebagai penendang kedua.

Momen Krusial: Drama mencapai titik nadir bagi Arsenal saat Gabriel Magalhaes maju sebagai penendang kelima. Beban berat di pundak bek asal Brasil itu berujung kegagalan setelah eksekusinya meleset, memastikan PSG keluar sebagai pemenang dengan skor penalti 4-3.Dengan hasil ini, PSG menutup musim 2025-2026 dengan trofi berkuping lebar tetap bersemayam di Paris. Di sisi lain, Meriam London harus kembali gigit jari dan meratapi kegagalan mereka di momen paling krusial. (*)

Editor : Indra Zakaria
#psg