LIVERPOOL – Legenda hidup sekaligus pandit sepak bola terkemuka, Jamie Carragher, tidak dapat menyembunyikan kekecewaan mendalamnya setelah Liverpool resmi mengumumkan kepergian Ibrahima Konate. Mantan bek tangguh The Reds tersebut menilai hilangnya Konate dengan status bebas transfer merupakan sebuah tamparan keras sekaligus kerugian raksasa bagi masa depan lini belakang klub asal Merseyside tersebut.
Carragher mengaku sangat terpukul melihat bagaimana situasi kontrak sang pemain dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya lepas secara cuma-cuma. Bagi pria yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Anfield ini, Konate adalah profil langka yang seharusnya dipagari dengan segala cara oleh manajemen.
Baca Juga: Eksodus Bintang Anfield Berlanjut: Ibrahima Konate Resmi Tinggalkan Liverpool Gratisan
“Saya hancur, benar-benar hancur. Ketika kamu bicara soal bek top di Eropa, Konate harusnya masuk dalam pembicaraan itu. Pemain dengan kecepatan, kekuatan, dan kehadirannya seperti dia tidak tumbuh di mana-mana begitu saja. Itulah kenapa saya merasa ini sangat mengecewakan,” ujar Jamie Carragher dengan nada masygul.
Lebih lanjut, Carragher menyoroti kegagalan fatal pihak manajemen dalam mengelola aset berharga klub. Kehilangan pemain kaliber internasional yang sedang menuju puncak keemasan kariernya tanpa mendapatkan kompensasi sepeser pun dinilainya sebagai sebuah kecerobohan besar dalam struktur manajerial Liverpool saat ini.
“Liverpool sudah menghabiskan bertahun-tahun membangun salah satu unit pertahanan terbaik di sepak bola, dan sekarang mereka kehilangan seorang pemain yang sedang memasuki masa jayanya tanpa imbalan apa pun. Buat saya, itu pukulan telak. Kamu selalu berharap Liverpool bisa menyelesaikan situasi seperti ini sebelum mencapai tahap ini, jadi fakta bahwa Konate pergi begitu saja memberi tahu saya bahwa ada yang sangat salah di balik layar,” cecar Carragher.
Mantan wakil kapten Liverpool itu juga mengingatkan bahwa mencari suksesor sepadan di bursa transfer musim panas ini akan menjadi misi yang sangat rumit dan dipastikan bakal menguras kas klub dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebagai loyalis The Reds, ia merasa kehilangan ini terasa jauh lebih menyakitkan dari sekadar rumor transfer biasa karena menyangkut hilangnya calon jenderal pertahanan masa depan.
“Kenyataannya, menggantikannya tidak akan mudah, dan pasti tidak murah juga. Sebagai pendukung Liverpool, ini menyakitkan karena saya benar-benar yakin dia akan menjadi salah satu pemimpin tim ini untuk lima atau enam tahun ke depan. Pemain datang dan pergi, itulah sepak bola. Tapi yang ini terasa berbeda. Liverpool tidak cuma kehilangan seorang bek hari ini—mereka kehilangan seorang pemain yang seharusnya menjadi bagian dari masa depan klub,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria