Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tembok Kokoh Teluk di San Francisco! Aksi Heroik Mahmoud Abunada Bikin Serdadu La Nati Frustrasi

Redaksi Prokal • Minggu, 14 Juni 2026 | 21:43 WIB
Kiper Qatar Mahmoud Abunada melakukan penyelamatan penting saat menghadapi gempuran Swiss dalam laga Grup B Piala Dunia 2026 di San Francisco. (QFA)
Kiper Qatar Mahmoud Abunada melakukan penyelamatan penting saat menghadapi gempuran Swiss dalam laga Grup B Piala Dunia 2026 di San Francisco. (QFA)

PROKAL.CO- Drama luar biasa tersaji di Stadion San Francisco Bay Area ketika sang juara Asia, Qatar, berhasil mengukir sejarah baru di pentas Piala Dunia 2026. Keberhasilan The Maroons menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 tidak lepas dari performa luar biasa sang penjaga gawang, Mahmoud Abunada. Kiper Al Rayyan ini resmi dinobatkan sebagai Man of the Match setelah dipaksa jatuh bangun menahan gempuran tiada henti dari lini serang Swiss yang melepaskan total 26 tembakan sepanjang laga berjalan.

Pertandingan sebenarnya sempat diawali dengan mimpi buruk bagi Abunada ketika ia melakukan pelanggaran terhadap Remo Freuler di kotak penalti pada menit-menit awal. Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Abunada pada menit ke-17 dan membawa Swiss unggul 1-0. Namun, alih-alih mentalnya runtuh, gol tersebut justru menjadi titik balik bagi sang kiper untuk bertransformasi menjadi tembok baja yang tak kasat mata di bawah mistar gawang.

Swiss yang tampil sangat dominan terus membombardir pertahanan Qatar dengan gelombang serangan yang mengerikan. Berulang kali peluang emas dari Denis Zakaria, Dan Ndoye, hingga Ruben Vargas berhasil dimentahkan oleh refleks kilat dan penempatan posisi yang sempurna dari Abunada. Dari tujuh tembakan tepat sasaran yang dilepaskan para serdadu La Nati, lima penyelamatan krusial berhasil ia lakukan yang membuat papan skor tetap terjaga tipis dan memberi napas bagi rekan-rekan setimnya untuk terus melawan.

Ketangguhan luar biasa yang ditunjukkan Abunada di lini belakang akhirnya memicu keajaiban di lini depan Qatar pada masa injury time. Melalui sebuah skema serangan di menit kelima tambahan waktu babak kedua, Boualem Khoukhi melompat tinggi dan melepaskan sundulan mematikan yang menghujam jala Swiss, mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Seusai laga yang menguras emosi tersebut, Mahmoud Abunada mengungkapkan rasa syukur dan dedikasinya atas hasil bersejarah yang diraih oleh timnya.

"Setelah kesalahan penalti di awal laga, saya tahu saya berutang besar kepada tim ini. Swiss terus menekan kami dari segala sudut, tetapi saya hanya fokus untuk menghalau setiap bola yang datang demi menjaga asa kami, dan malam ini kerja keras seluruh tim terbayar lunas," ungkap Mahmoud Abunada dengan emosional.

Satu poin ini menjadi catatan emas karena merupakan poin pertama yang diraih Qatar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia, setelah sempat pulang dengan tangan hampa pada edisi 2022 lalu. Di balik pencapaian historis yang disambut gempita tersebut, publik sepak bola dunia sepakat bahwa nama Mahmoud Abunada adalah pahlawan terbesar yang berhasil menggagalkan kemenangan di depan mata Swiss. (*)

Editor : Indra Zakaria
#qatar