Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Portugal Tertahan, Panggung Bersejarah Ronaldo Berakhir dengan Frustrasi di Houston

Indra Zakaria • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:38 WIB
Striker Republik Demokratik Kongo, Yoane Wissa, mencetak gol yang menggagalkan kemenangan Portugal.
Striker Republik Demokratik Kongo, Yoane Wissa, mencetak gol yang menggagalkan kemenangan Portugal.

HOUSTON — Gelombang kejutan di fase grup Piala Dunia 2026 terus berlanjut. Setelah Brasil dan Spanyol gagal memetik poin penuh di laga pembuka, kini giliran Portugal yang harus merasakan pengalaman serupa. Berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo di Houston Stadium, Rabu (17/6), pasukan Roberto Martinez harus puas berbagi angka dengan skor imbang 1-1.

Laga ini sejatinya menjadi momen monumental bagi Cristiano Ronaldo. Dengan turun sejak menit pertama, sang kapten resmi menorehkan sejarah sebagai pemain kedua yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, menyamai pencapaian Lionel Messi. Namun, alih-alih mengulang magis hat-trick yang ditunjukkan Messi sehari sebelumnya, Ronaldo dan kawan-kawan justru menemui tembok tebal pertahanan Kongo yang tampil disiplin sepanjang laga.

Keunggulan Cepat yang Sia-sia
Portugal memulai laga dengan penuh percaya diri. Dominasi mereka langsung membuahkan hasil saat pertandingan baru berusia enam menit. Memanfaatkan umpan silang terukur dari Pedro Neto, Joao Neves sukses melompat tinggi dan menyundul bola ke dalam gawang, membawa Portugal unggul 1-0.

Alih-alih memperlebar jarak, Portugal justru kehilangan fokus di pengujung babak pertama. RD Kongo, yang memanfaatkan serangan balik cepat, berhasil menghukum kelengahan tersebut. Umpan matang Arthur Masuaku disambut dengan tandukan tajam Yoane Wissa, mengubah papan skor menjadi 1-1 sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Portugal semakin meningkatkan intensitas serangan. Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 68 persen bagi Selecao das Quinas. Pada menit ke-55, Joao Cancelo sempat membuat pendukung Portugal bersorak lewat gol akrobatiknya, namun asa itu seketika pupus setelah wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.

Nyaris saja petaka menimpa Portugal dua menit kemudian. Bruno Fernandes melakukan kesalahan di lini tengah yang membuat Cedric Bakambu leluasa melepaskan tendangan keras. Beruntung bagi Portugal, bola hanya menghantam tiang gawang.

Menyadari kebuntuan, Roberto Martinez melakukan perjudian dengan memasukkan tenaga baru seperti Rafael Leao, Francisco Conceicao, dan Goncalo Ramos. Ronaldo pun sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-68, namun sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran. Hingga peluit panjang ditiupkan, rapatnya barisan pertahanan Kongo tak mampu lagi ditembus.

Bagi RD Kongo, hasil imbang ini adalah pencapaian luar biasa yang menjadi bekal krusial di Grup K. Sebaliknya, bagi Portugal, hasil ini menciptakan tekanan besar. Mereka kini wajib memetik kemenangan saat menghadapi tim debutan, Uzbekistan, di laga berikutnya jika tidak ingin perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 terancam lebih awal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#portugal #kongo