Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Laga Hidup Mati di Foxborough: Inggris dan Ghana Berebut Tiket Kilat ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

Redaksi Prokal • Senin, 22 Juni 2026 | 23:45 WIB
 Harry Kane dan kawan-kawan, kesempatan menempatkan diri ke babak 32 besar saat bertemu Ghana dini hari nanti.
Harry Kane dan kawan-kawan, kesempatan menempatkan diri ke babak 32 besar saat bertemu Ghana dini hari nanti.

FOXBOROUGH – Skenarionya sangat sederhana: menang berarti melenggang. Bentrokan sengit antara tim nasional Inggris kontra Ghana di Gillette Stadium, Foxborough, pada Rabu dini hari pukul 04.00 WITA, bakal menjadi penentu siapa yang berhak menggenggam tiket babak gugur lebih cepat.

Kedua tim saat ini berada di atas angin setelah sama-sama mengemas angka penuh di laga pembuka Grup L. Three Lions sukses menumbangkan Kroasia dengan skor mencolok 4-2, sementara The Black Stars Ghana berhasil menjinakkan Panama lewat kemenangan tipis 1-0. Meski sama-sama modal menang, performa kedua tim di laga perdana masih menyisakan rapor merah. Inggris sempat kedodoran dan kehilangan kendali di babak pertama saat melawan Kroasia, sebelum akhirnya mengamuk di 45 menit kedua.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, blak-blakan mengakui bahwa skuad asuhannya belum tampil maksimal. Evaluasi total pun langsung digenjot menjelang laga krusial ini. “Membenahi organisasi permainan adalah sebuah keharusan dan itu sudah kami jalankan. Kami tak boleh santai, karena Ghana punya kemampuan untuk menyulitkan kami,” tegas Tuchel.

Suntikan Tenaga Baru: Declan Rice Siap Tempur

Di tengah persiapan taktis, angin segar berembus ke kubu Inggris. Gelandang jangkar andalan mereka, Declan Rice, dipastikan pulih dan siap diturunkan sejak menit awal. Sebelumnya, bintang Arsenal ini sempat ditarik keluar pada menit ke-72 saat melawan Kroasia akibat masalah kebugaran.

Rice mengonfirmasi bahwa penarikannya di laga pertama adalah langkah pencegahan yang cerdas demi menjaga kondisinya untuk laga kontra Ghana ini. "Saya mengalami sedikit nyeri saraf pada hamstring yang sudah saya tangani sejak setelah Natal bersama Arsenal. Banyak orang mungkin tidak mengetahuinya karena semua dilakukan di balik layar," ungkap Rice. "Selama 20 menit terakhir pertandingan biasanya menjadi bagian yang paling berat saat tubuh mulai lelah. Karena itu, keputusan untuk mengganti saya kemarin adalah langkah yang sangat cerdas," tambahnya.

Di kubu seberang, Ghana lolos dari lubang jarum pada laga pertama berkat gol dramatis Caleb Yirenkyi di masa injury time babak kedua. Di bawah komando taktis pelatih gaek Carlos Queiroz, Ghana menjelma menjadi tim dengan organisasi pertahanan yang sangat disiplin.

Namun, The Black Stars bukannya tanpa celah. Proses transisi dan pembangunan tim dinilai belum matang sepenuhnya, berkaca dari longgarnya lini belakang mereka yang sempat beberapa kali ditembus Panama. Siapakah yang akan tersenyum paling lebar di Gillette Stadium? Jika Inggris mampu menjinakkan Ghana, Harry Kane dkk otomatis mengunci tiket lolos tanpa perlu ketar-ketir saat menghadapi Panama di laga pamungkas. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ghana #inggris