Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Terjal Samurai Biru: Lolos Fase Grup, Jepang Dikepung Brasil dan Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Redaksi Prokal • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:45 WIB
Pemain Jepang merayakan gol penyeimbang pada menit ke-89 saat menahan imbang Belanda 2-2 dalam laga Piala Dunia 2026 di Texas. (JFA)
Pemain Jepang merayakan gol penyeimbang pada menit ke-89 saat menahan imbang Belanda 2-2 dalam laga Piala Dunia 2026 di Texas. (JFA)

TEXAS – Asa Timnas Jepang untuk melangkah jauh di panggung Piala Dunia 2026 terbuka lebar setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Belanda, dengan skor 2-2 berkat gol dramatis di menit ke-89. Namun, euforia kelolosan Samurai Biru dipastikan langsung disambut oleh ujian yang teramat berat di fase gugur.

Berdasarkan kalkulasi bagan fase gugur dan proyeksi klasemen sementara, Jepang yang menghuni Grup F dipastikan akan langsung "masuk ke mulut singa". Mereka berpotensi besar menghadapi salah satu dari dua raksasa Grup C, yakni Brasil atau Maroko, pada babak 32 besar nanti.

Sistem turnamen membuat tim asuhan Hajime Moriyasu tidak memiliki ruang untuk memilih lawan yang lebih mudah. Apa pun posisi akhir yang ditempati Jepang di klasemen Grup F, lawan tangguh dari Grup C sudah mengadang di depan pintu. Jika Jepang sukses keluar sebagai juara Grup F, mereka otomatis akan menantang runner-up Grup C. Dalam skenario ini, posisi tersebut kemungkinan besar akan dihuni oleh Maroko atau bahkan Brasil yang terpeleset.

Sebaliknya, andai Takefusa Kubo dkk melenggang sebagai runner-up Grup F, mereka langsung dijadwalkan bentrok dengan jawara Grup C, yang juga merupakan kavling utama bagi Brasil atau Maroko. Dengan kata lain, skenario bertemu salah satu dari dua kekuatan elite dunia tersebut hampir 100 persen tidak bisa dihindari.

Menghadapi Brasil tentu menjadi mimpi buruk bagi tim mana pun. Tim berjuluk Selecao tersebut datang dengan status favorit juara abadi yang dipersenjatai kedalaman skuad mewah, kualitas individu di atas rata-rata, serta mentalitas juara yang mengakar kuat. Namun, Maroko juga bukan alternatif yang menyenangkan. Wakil Afrika yang sempat mengguncang dunia di edisi sebelumnya itu kini menjelma menjadi kekuatan global baru yang menakutkan lewat organisasi permainan yang rapat serta disiplin taktik tingkat tinggi yang sulit ditembus.

Kendati dikepung ekspektasi yang mengerikan, tantangan ini bukanlah hal baru bagi mentalitas baja para pemain Jepang. Dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir, negara matahari terbit ini berulang kali menyandang status pembunuh raksasa (giant killer) yang gemar memulangkan tim-tim unggulan lewat skema serangan balik cepat dan kolektivitas tim yang rapi.

Meski skenario babak 32 besar sudah ramai diperbincangkan, fokus utama Hajime Moriyasu saat ini adalah mengamankan poin di laga sisa grup. Jika tiket fase gugur sudah resmi di tangan, duel antara Jepang melawan Brasil atau Maroko dipastikan akan menjadi salah satu tontonan paling magnetis dan penuh drama di Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria
#jepang