HOUSTON – Sorotan tajam jelang matchday kedua Grup K Piala Dunia 2026 tertuju sepenuhnya kepada Portugal dan kapten mereka, Cristiano Ronaldo. Setelah ditahan imbang 1-1 secara mengecewakan oleh Republik Demokratik Kongo di laga pembuka, A Selecao membawa misi wajib menang saat bersua Uzbekistan di NRG Stadium, Houston, Rabu (24/6) pukul 00.00 WIB.
Tekanan berat mengiringi persiapan armada Roberto Martinez. Meski mendominasi penuh penguasaan bola hingga 75 persen saat melawan RD Kongo, lini depan Portugal dianggap kurang klinis dalam mengonversi peluang. Kegagalan Ronaldo melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di laga pertama memicu gelombang kritik dari berbagai pengamat sepak bola internasional. Mantan penyerang Prancis, Thierry Henry, bahkan terang-terangan menilai pergerakan CR7 mulai mengganggu aliran permainan tim.
Kendati demikian, dukungan penuh tetap mengalir dari ruang ganti. Roberto Martinez menegaskan tidak ada alasan untuk memarkir sang megabintang di laga sekrusial ini, mengingat Ronaldo merupakan top skor tim di masa kualifikasi. Skuad Portugal, seperti yang diungkapkan Diogo Dalot, juga mengaku sudah mengantisipasi badai kritik media sosial sejak sebelum turnamen dimulai dan memilih fokus penuh mengamankan tiga poin demi menjaga asa lolos ke babak 32 besar.
Di sisi lain, Uzbekistan yang berstatus debutan tidak bisa dipandang sebelah mata oleh barisan pertahanan Portugal yang kemungkinan masih memantau kebugaran Ruben Dias. Walau takluk 1-3 dari Kolombia di laga perdana, anak asuh Fabio Cannavaro sukses menunjukkan daya juang tinggi dan sempat memperkecil ketertinggalan melalui Abbosbek Fayzullaev.
Kombinasi taktik bertahan rapat dengan blok rendah diprediksi akan kembali diterapkan oleh Cannavaro untuk meredam kreativitas lini tengah Portugal yang dimotori Bruno Fernandes dan Vitinha. Jika Portugal gagal menemukan celah dan kembali terlalu monoton dalam mengalirkan bola, bukan tidak mungkin tim 'Serigala Putih' Asia Tengah ini akan menghadirkan kejutan besar melalui skema serangan balik cepat Eldor Shomurodov. (*)
Editor : Indra Zakaria