Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Senegal vs Irak: Laga Penentuan Menjaga Asa Singa Teranga

Redaksi Prokal • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:00 WIB
Sadio Mane menjadi andalan Senegal saat menghadapi Irak pada laga penentuan Grup I Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium. (Instagram @sadiomaneofficiel)
Sadio Mane menjadi andalan Senegal saat menghadapi Irak pada laga penentuan Grup I Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium. (Instagram @sadiomaneofficiel)

TORONTO – Senegal berada di atas angin untuk mengamankan poin penuh saat bersua Irak pada laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Toronto Stadium, Sabtu dinihari pukul 03.00. Duel penentuan ini menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim yang sama-sama belum mengoleksi poin untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Kendati memiliki nasib serupa di papan klasemen, Senegal dinilai mempunyai kualitas skuad dan jam terbang yang jauh lebih mumpuni ketimbang wakil Asia tersebut.

Tim asuhan Pape Thiaw sebenarnya menunjukkan performa yang tidak terlalu mengecewakan dalam dua laga awal. Meski harus menelan kekalahan 1-3 dari Prancis dan 2-3 dari Norwegia, lini serang Singa Teranga terbukti cukup produktif dengan torehan tiga gol. Ismaila Sarr menjadi bintang lapangan sejauh ini setelah sukses memborong dua gol untuk negaranya.

Namun, rapuhnya lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Senegal setelah gawang Edouard Mendy terkoyak enam kali dalam dua pertandingan. Beruntung bagi Senegal, laga ini mempertemukan mereka dengan Irak yang sejauh ini masih minim produktivitas gol. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi lini pertahanan Senegal untuk membenahi koordinasi sekaligus memberikan keleluasaan bagi lini serang mereka untuk tampil agresif.

Misi Berat Irak Mengukir Sejarah

Di kubu lawan, Irak datang ke pertandingan ini dengan beban mental yang cukup berat. Setelah luluh lantak 1-4 dari Norwegia dan dicukur 0-3 oleh Prancis, Singa Mesopotamia kini berada di ambang kegagalan untuk memutus rekor buruk dan mengemas kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.

Satu-satunya gol yang berhasil dilesakkan Irak sejauh ini lahir dari kaki penyerang berpengalaman, Aymen Hussein. Ia dipastikan kembali menjadi tumpuan utama di lini depan untuk membongkar pertahanan Senegal. Sayangnya, masalah terbesar Irak terletak pada sektor pertahanan mereka yang diasuh Graham Arnold, di mana gawang mereka sudah kebobolan tujuh gol hanya dalam dua laga. Jika mereka kembali memberikan ruang tembak bagi para penyerang cepat Senegal, Irak diprediksi akan kembali menelan pil pahit.

Senegal dipastikan akan kembali mengandalkan sosok Sadio Mane sebagai motor serangan sekaligus pemimpin di lapangan. Walau usianya tak lagi muda, pengalaman internasional Mane dengan catatan 127 caps dan 55 gol bakal menjadi mentalitas berharga dalam menghadapi laga penuh tekanan ini.

Pergerakan Mane akan ditopang oleh kecepatan Ismaila Sarr serta ketajaman Nicolas Jackson yang siap mengobrak-abrik sisi sayap pertahanan Irak sejak menit awal. Ditambah lagi dengan solidnya lini tengah yang dikawal oleh Lamine Camara, Idrissa Gueye, dan Pape Matar Sarr, Senegal memiliki keseimbangan transisi permainan yang jauh lebih baik untuk mendominasi jalannya laga. (*)

Editor : Indra Zakaria
#sadio mane