BOSTON – Stadion Boston akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Norwegia dan Prancis dalam memperebutkan status juara Grup I Piala Dunia 2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dini hari tersebut dipastikan berjalan panas. Meski kedua tim sudah sama-sama mengantongi tiket lolos ke babak 32 besar berkat raihan enam poin, kemenangan tetap menjadi harga mati demi menghindari lawan yang lebih berat di fase gugur nanti.
Sorotan utama dalam laga ini tentu saja tertuju pada duel dua penyerang terbaik dunia saat ini: Erling Haaland di kubu Norwegia dan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak Prancis. Kedua megabintang ini sama-sama sedang dalam performa terbaiknya dan menjadi tumpuan utama bagi negara masing-masing.
Norwegia menjelma sebagai salah satu kejutan terbesar di turnamen edisi kali ini. Setelah absen cukup lama sejak penampilan terakhir mereka pada tahun 1998, tim asuhan Stale Solbakken langsung menggebrak dengan produktivitas tinggi, menggelontorkan tujuh gol hanya dalam dua pertandingan. Luar biasanya, empat dari tujuh gol tersebut diborong oleh Erling Haaland. Striker tajam itu kembali membuktikan kapasitasnya sebagai predator kotak penalti yang menakutkan bagi lini pertahanan mana pun.
Di kubu berseberangan, Prancis tampil sangat meyakinkan sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. Tim besutan Didier Deschamps menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan mutlak atas Senegal dan Irak. Kylian Mbappe, yang bertindak sebagai kapten tim, juga tidak mau kalah dengan mencetak empat gol sejauh ini dan diprediksi akan tetap turun sejak menit awal.
Meski sama-sama memiliki lini serang yang mematikan, kekuatan utama Les Bleus sebenarnya terletak pada kedalaman lini belakang mereka. Kombinasi kokoh antara William Saliba, Dayot Upamecano, Jules Kounde, Theo Hernandez, serta ketangguhan Mike Maignan di bawah mistar gawang membuat Prancis baru kebobolan satu gol sepanjang fase grup.
Pertahanan baja ini akan menghadapi ujian sesungguhnya saat harus meredam keganasan Haaland. Terlebih lagi, Norwegia didukung oleh kreativitas tinggi sang pengatur ritme permainan, Martin Odegaard. Gelandang Arsenal tersebut menjadi otak serangan sekaligus pemasok bola utama bagi Haaland dan Alexander Sorloth. Kendati demikian, kualitas individu yang merata di setiap lini serta kedalaman skuad yang mewah membuat Prancis dinilai sedikit lebih diunggulkan untuk meredam kejutan dari Norwegia. (*)
Editor : Indra Zakaria