NEW YORK – Timnas Ekuador sukses menciptakan kejutan besar pada laga pamungkas Grup E Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, Jumat dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu dari raksasa Eropa, Jerman, tim berjuluk La Tri tersebut berhasil bangkit secara heroik dan membalikkan keadaan untuk mengunci kemenangan tipis 2-1. Tambahan tiga angka krusial ini memastikan Ekuador melenggang ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Laga baru berjalan dua menit, gawang Ekuador yang dikawal Hernan Galindez sudah bergetar. Jerman langsung menggebrak lewat kerja sama apik antara Florian Wirtz yang kemudian dituntaskan dengan penyelesaian dingin oleh Leroy Sane. Gol kilat ini sempat membuat publik mengira Jerman akan mendominasi jalannya laga.
Namun, mentalitas baja ditunjukkan oleh para pemain Ekuador. Hanya berselang tujuh menit, tepatnya pada menit kesembilan, Nilson Angulo melepaskan tembakan roket spekulasi dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras gagal diantisipasi oleh kiper veteran Manuel Neuer, membuat skor menjadi imbang 1-1. Setelah gol penyeimbang tersebut, Jerman terus mengurung pertahanan Ekuador. Peluang emas dari tendangan jarak jauh Felix Nmecha serta sundulan terarah Kai Havertz berulang kali mengancam, namun ketangguhan Galindez di bawah mistar gawang membuat skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Drama VAR dan Gol Kemenangan Gonzalo Plata
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Jerman sempat mengklaim hadiah penalti saat Kai Havertz terjatuh di kotak terlarang. Namun, setelah melakukan peninjauan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan tidak ada pelanggaran yang terjadi. Kejadian ini menjadi titik balik bagi Ekuador untuk menaikkan intensitas serangan mereka. Pada menit ke-66, Manuel Neuer dipaksa jatuh bangun demi menepis tendangan setengah voli mematikan dari Enner Valencia.
Petaka bagi Jerman akhirnya lahir pada menit ke-77. Berawal dari skema sepak pojok, Kevin Rodriguez berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola ke arah mulut gawang. Manuel Neuer sebenarnya hampir menguasai bola tersebut, namun Gonzalo Plata bergerak lebih cerdik dan menyambar bola rebound untuk membawa Ekuador berbalik unggul 2-1.
Di sisa waktu pertandingan, Jerman mengurung total lini pertahanan Ekuador demi memburu gol penyeimbang. Namun, kedisiplinan tingkat tinggi yang diperagakan barisan belakang La Tri sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kendati menelan kekalahan, hasil ini tidak menggoyahkan posisi Jerman yang tetap lolos ke babak gugur sebagai juara Grup E dengan koleksi enam poin, unggul selisih gol atas Pantai Gading di posisi runner-up. Sementara itu, Ekuador berhak merayakan kelolosan dramatis mereka setelah finis di peringkat ketiga dengan raihan empat poin. (*)
Editor : Indra Zakaria