SEATTLE – Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, melayangkan kritik tajam terkait kinerja wasit dan Video Assistant Referee (VAR) pada laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Mesir dan Iran. Henry menilai keputusan menganulir gol Iran di menit-menit akhir pertandingan adalah sebuah kesalahan fatal yang merampas keadilan di atas lapangan.
Laga dramatis di Seattle tersebut berakhir imbang 1-1, sebuah hasil yang mengantarkan Mesir lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, jalannya cerita bisa saja berbeda andai gol Shoja Khalilzadeh pada menit ke-93 tidak dianulir wasit karena dianggap offside setelah peninjauan VAR.
“Saya tidak punya banyak hal untuk dikatakan tentang jalannya pertandingan secara keseluruhan, tetapi yang paling penting saat ini adalah gol di menit akhir yang secara keliru dianulir untuk Iran saat melawan Mesir,” ujar Henry dengan nada kecewa.
Sebagai sosok yang kenyang pengalaman di level tertinggi, Henry menegaskan bahwa turnamen sebesar Piala Dunia seharusnya memiliki standar akurasi keputusan yang mutlak, terutama pada momen-momen krusial yang menentukan nasib sebuah negara.
Henry secara gamblang menyebut bahwa posisi pemain Iran saat menerima umpan dari situasi bola mati tersebut sepenuhnya sah dan berada dalam posisi onside. Ia mempertanyakan presisi penilaian wasit dan perangkat VAR yang bertugas pada laga tersebut.
“Saya sudah mengatakan ini berkali-kali dan akan terus mengulanginya: Piala Dunia ini tidak boleh memberikan ruang untuk kesalahan, terutama pada keputusan besar seperti ini. Itu jelas sekali bukan offside. Pemain tersebut jelas dalam posisi onside saat dia menyentuh bola. Berapa banyak pemain bertahan Mesir yang bahkan berada di dekatnya?” kritik Henry.
Merampas Mimpi dan Kebahagiaan Iran
Dampak dari keputusan tersebut dinilai Henry sangat kejam bagi para pemain dan pendukung Iran. Pasalnya, gol di masa injury time itu sempat memicu selebrasi emosional sebelum akhirnya dibatalkan, yang sekaligus membuyarkan kepastian tiket lolos otomatis ke babak gugur bagi Iran.
“Keputusan yang salah benar-benar menghancurkan kebahagiaan Iran. Lihat para penggemar, lihat selebrasi yang diambil dari mereka dalam hitungan detik. Mereka sempat melihat diri mereka lolos ke babak 32 besar, lalu semuanya dirampas begitu saja. Ini tidak adil,” pungkasnya.
Akibat hasil imbang ini, Iran kini berada di posisi yang tidak menguntungkan. Mereka kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri dan terpaksa harus menunggu seluruh rangkaian pertandingan di grup lain selesai demi melihat peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik. (*)
Editor : Indra Zakaria