PROKAL.CO- Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, meminta anak-anak asuhnya untuk tidak terburu-buru larut dalam ketegangan fase gugur. Juru taktik asal Jerman tersebut ingin Harry Kane dan kawan-kawan menikmati terlebih dahulu keberhasilan mereka menyegel status juara Grup L Piala Dunia 2026, usai membungkam Panama dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga pamungkas, Minggu (28/6) WIB.
Menurut Tuchel, keberhasilan melewati fase grup dengan status pemuncak klasemen adalah sebuah pencapaian yang sangat layak dirayakan oleh seluruh elemen tim. Menjadi juara grup memang sudah menjadi target utama The Three Lions sejak menginjakkan kaki di turnamen ini, sehingga momentum positif ini harus diresapi dengan baik sebelum fokus mereka terpecah oleh persiapan babak 32 besar.
Tuchel menegaskan bahwa atmosfer Piala Dunia selalu spesial, dan memenangi sebuah grup bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, ia mendorong para pemain dan staf untuk rehat sejenak dan mensyukuri hasil kerja keras mereka sejauh ini. "Hari ini kami berhasil melakukannya (jadi juara grup). Saya mendorong semua orang untuk menikmati momen ini. Kami berada di Piala Dunia dan kami menjuarai grup," ujar Tuchel sebagaimana dikutip dari laman resmi England Football.
Inggris memastikan diri melangkah ke fase gugur dengan catatan impresif. Dari tiga laga yang dimainkan di Grup L, raksasa Eropa ini sukses mengemas tujuh poin, hasil dari dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Modal tak terkalahkan ini diyakini akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang masif bagi armada London tersebut.
Babak Baru Dimulai, RD Kongo Menanti di Atlanta
Kendati mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya, pelatih yang dikenal dengan kejeniusan taktiknya ini mengingatkan bahwa Inggris belum mencapai bentuk permainan terbaiknya. Tuchel secara terbuka mengakui bahwa masih banyak ruang yang harus dibenahi oleh timnya jika ingin melangkah lebih jauh.
Perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai karena atmosfer fase grup dan fase gugur akan jauh berbeda. Setelah perayaan singkat ini selesai, fokus utama Inggris akan langsung dialihkan ke pertandingan krusial berikutnya yang akan digelar di Atlanta, Amerika Serikat.
"Turnamen ini akan mulai lagi di fase gugur. Sekarang kami kumpulkan tenaga dan melanjutkan apa yang sudah diraih," tambah mantan pelatih Chelsea tersebut. Di babak hidup mati 32 besar nanti, Inggris dijadwalkan akan ditantang oleh salah satu tim kejutan dari Afrika, Republik Demokratik (RD) Kongo. Bentrok sengit ini akan tersaji di Stadion Atlanta pada Rabu (1/7) mendatang. Skuad Inggris kini harus pintar-pintar menjaga kebugaran fisik dan mental demi menjaga mimpi membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Britania. (*)
Editor : Indra Zakaria