Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragis untuk Asia! Kemenangan Dramatis RD Kongo Depak Korea Selatan dari Piala Dunia 2026

Indra Zakaria • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:25 WIB
Korea Selatan tersingkir, karena RD Kongo menang atas Uzbekistan.
Korea Selatan tersingkir, karena RD Kongo menang atas Uzbekistan.

PROKAL.CO- Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan drama tingkat tinggi yang menguras emosi. Tim nasional Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal dari turnamen setelah perwakilan Afrika, Republik Demokratik (RD) Kongo, secara luar biasa sukses membalikkan keadaan untuk menumbangkan Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga pamungkas Grup K.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad Taeguk Warriors. Harapan Son Heung-min dan kolega untuk melangkah ke babak gugur awalnya sangat bergantung pada hasil akhir di Grup K. Namun, kebangkitan magis RD Kongo di paruh kedua memastikan posisi Korea Selatan tergeser dari daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik, memaksa raksasa Asia tersebut mengepak koper mereka lebih cepat.

Bertanding dengan misi wajib menang demi menjaga asa lolos, RD Kongo justru dikejutkan oleh permainan cepat Uzbekistan sejak menit awal. Laga baru berjalan sepuluh menit ketika penyerang andalan Uzbekistan, Eldor Shomurodov, berhasil memperdaya penjaga gawang Lionel Mpasi-Nzau melalui penyelesaian akhir yang dingin, mengubah skor menjadi 1-0.

Anak-anak asuh Sebastien Desabre sebenarnya sempat mencetak gol balasan pada menit ke-18 lewat aksi Nathanaël Mbuku. Sial bagi RD Kongo, perayaan mereka harus terhenti setelah wasit Felix Zwayer menganulir gol tersebut menyusul intervensi dan tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Walau mendominasi penguasaan bola di sisa babak pertama, RD Kongo tetap gagal membongkar pertahanan rapat Uzbekistan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, RD Kongo keluar dengan intensitas serangan yang jauh lebih agresif. Titik balik perjuangan mereka tiba pada menit ke-68 saat bek Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, melakukan pelanggaran fatal di dalam kotak terlarang. Yoane Wissa yang maju sebagai algojo penalti dengan tenang mengecoh kiper lawan, membuat papan skor imbang menjadi 1-1.

Gol penyeimbang tersebut membakar semangat juang para pemain RD Kongo. Gelombang serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78 ketika sontekan terukur Fiston Mayele gagal diantisipasi oleh Abduvohid Nematov, membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan RD Kongo.

Pesta kemenangan wakil Afrika ini akhirnya dikunci pada masa injury time (90+1'). Memanfaatkan umpan matang dari Meschack Elia, Yoane Wissa mencetak gol keduanya malam itu sekaligus memastikan kemenangan mutlak 3-1.

Tambahan tiga poin krusial ini membuat RD Kongo menyudahi fase grup di peringkat ketiga Grup K dengan koleksi empat poin. Catatan tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengamankan tiket kelolosan dramatis ke babak 32 besar via jalur peringkat ketiga terbaik.

Sementara bagi Korea Selatan, hasil di Stadion Hard Rock ini menjadi lonceng kematian bagi ambisi mereka di Piala Dunia 2026. Kegagalan mempertahankan posisi di klasemen mini antar-peringkat ketiga memastikan generasi emas sepak bola Korea Selatan harus pulang dengan kekecewaan yang mendalam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Korea Selatan