Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan, Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes Diselidiki Kepolisian Selandia Baru

Redaksi Prokal • Senin, 29 Juni 2026 | 11:15 WIB
Ryan Mendes.
Ryan Mendes.

ATLANTA – Keberhasilan Timnas Tanjung Verde mengukir kejutan dengan melenggang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 kini ternoda oleh kabar miring dari sang kapten. Ryan Mendes mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah dilaporkan atas dugaan kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan yang saat ini tengah diusut oleh kepolisian Selandia Baru. Informasi mengejutkan ini pertama kali diembuskan oleh media terkemuka asal Brasil, Globo.

Berdasarkan laporan tersebut, Mendes yang kini telah menginjak usia 36 tahun diduga melakukan tindakan keji itu terhadap seorang perempuan warga negara Brasil yang bertugas sebagai penerjemah untuk delegasi tim nasional Tanjung Verde. Insiden traumatis ini dilaporkan terjadi pada Maret 2026 lalu, ketika skuad Tanjung Verde tengah melakoni tur pertandingan persahabatan di kawasan Oseania.

Korban sengaja direkrut oleh Federasi Sepak Bola Selandia Baru untuk menjembatani komunikasi rombongan Tanjung Verde selama melakoni laga kontra Chile dan Selandia Baru. Dalam dokumen kesaksiannya, korban membeberkan bahwa pada malam hari tanggal 27 Maret, Mendes secara sepihak menyusup masuk ke dalam kamar hotel tempatnya menginap sebelum akhirnya melancarkan serangkaian aksi kekerasan.

Guna melumpuhkan korban yang sempat mencoba melakukan perlawanan, penyerang senior itu diduga mencekik, memukul, hingga menggigit korban sebelum akhirnya melakukan pemerkosaan. Akibat penganiayaan tersebut, korban menderita sejumlah luka fisik yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Sebagai penguat laporan, korban yang kini menetap di Selandia Baru telah menyerahkan bukti-bukti berupa foto dokumentasi luka fisiknya kepada media Globo.

Langkah hukum pun terus berjalan. Pada 10 Mei silam, korban didampingi sang suami dilaporkan telah melayangkan pemberitahuan hukum nonyudisial yang ditujukan langsung kepada Federasi Sepak Bola Tanjung Verde dan badan sepak bola dunia, FIFA. Dokumen tersebut memuat kronologi lengkap kejadian beserta bukti penunjang, sekaligus tuntutan tegas agar FIFA segera mencoret nama Ryan Mendes dari keikutsertaannya di ajang Piala Dunia 2026.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor mengaku sama sekali belum mendapatkan respons ataupun iktikad baik dari kedua institusi sepak bola tersebut. Berdasarkan bocoran tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diungkap ke publik, salah seorang petinggi Federasi Tanjung Verde justru berdalih bahwa skandal tersebut merupakan ranah masalah pribadi Mendes yang tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi maupun tim nasional.

Di tengah bergulirnya kontroversi hukum yang pelik ini, status Mendes di lapangan hijau nyatanya tidak terganggu. Melansir laporan dari L'Equipe, sang kapten tetap dipercaya turun penuh dalam tiga pertandingan di fase Grup H dan sukses mengantarkan timnya melaju ke babak gugur 32 besar. Skuad berjuluk Si Hiu Biru tersebut dijadwalkan akan menantang sang raksasa Argentina pada 4 Juli mendatang, setelah sebelumnya mengunci tiket kelolosan usai bermain imbang melawan Arab Saudi.

Kasus hukum ini tentu menjadi pukulan telak mengingat status Ryan Mendes sebagai legenda hidup sekaligus pemegang rekor penampilan (caps) terbanyak dalam sejarah sepak bola Tanjung Verde lewat catatan 99 laga dan sumbangan 22 gol. Hingga saat ini, proses investigasi mendalam oleh pihak berwajib di Selandia Baru masih terus bergulir, sementara belum ada pernyataan ataupun klarifikasi resmi dari manajemen Timnas Tanjung Verde terkait nasib serta sanksi internal yang akan dijatuhkan kepada sang pemain. (*)

Editor : Indra Zakaria
#cape verde